BAB 1

PENDAHULUAN

Bahan-bahan kimia telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan kita, aktifitas kita dan dalam tindakan pencegahan dan pengendalian penyakit, manfaatnya tidak terhitung tetapi disisi lain bahan kimia juga dapat membahayakan kehidupan kita dan meracuni kehidupan kita.

Sifat jumlah dan kuantitas bahan kimia yang digunakan diberbagai negara sangat bervariasi bergantung pada faktor–faktor seperti kondisi ekonomi negara serta industri dan pertanian. Setiap tahun ribuan bahan kimia diproduksi untuk memastikan apakah manfaatnya melebihi kerusakan yang ditimbulkan yang secara komersial tersedia. Menurut perkiraan ada sekitar 100.000 bahan kimia di pasaran, dan setiap tahun ada sekitar 2000 bahan kimia memasuki pasaran. Oleh Karen itu, bahan kimia yang ada dipasaran akan terus berubah karena bahan dan formula kimia yang baru akan menggantikan yang lama, kuantitas dan penggunaannya pun bervariasi bergantung pada kefektifan bahan tersebut dan tuntutan yang ada.

Banyak bahan kimia yang memiliki efek toksis bagi kesehatan dan lingkungan. Resiko berasal dari paparan produksi, penyimpanan, penanganan, pemindahan, penggunaan dan pembuangan bahan kimia juga dari kebocoran aksidental dan dari pembuangan limbah kimia illegal.

Jika pembuangan bahan kimia ke dalam lingkungn dilakukan dengan cara yang tidak tepat bahan kimia tersebut mungkin akan menjadi polutan dalam udara yang kita hirup, air yang kita minum dan makanan yang kita makan. Polutan itu dapat mempengaruhi sungai danau dan hutan, merusak kehidupan alam, mengubah cuaca dan ekosistem.

Kita semua mungkin terpapar zat kimia toksik. Apakah zat itu dapat membahayakan kita akan bergantung pada  kuantitas, durasi dan frekuensi paparan sekaligus pada sensetivitas individunya. Jumlahnya dapat sedikit sekali tetapi beberapa jenis zat kimia juga dapat terakumulasi dalam tubuh setelah waktu yang lama. Beberapa zat kimia juga dapat menimbulkan bahaya bertahun-tahun setelah paparannya. Walau durasi paparan bisa saja singkat, paparan dapat terjadi berulang kali dan dalam konsentrasi yang besar. Anak-anak, lansia, ibu hamil dan yang lemah akibat penyakit adalah kelompok yang lebih rentan dari pada orang dewasa yang sehat.

Perkembangan industri kimia dinegara berkembangan dan Negara maju menurut prediksi akan terus bertambah di masa yang akan datang. Keamanan bahan kimia yang menyangkut pencegahan dan manajemen bahaya (hazard) kimi, sangat penting jika perkembangan tersebut dapat membawa manfaat dan bukan bencana bagi manusia dan lingkungan.

Pada konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Lingkungan dan Perkembangan (United Nations Conference on Environmental and Delelopment, UNCED) yang diadakan di Rio de Janeiro, Brazil bulan Juni tahun 1992, perwakilan lebih dari 150 negara sepakat untuk menetapkan Agenda 21 negaranya masing-masing suatu rencana tindakan untuk memandu kegiatan nasional dan internasional pada masa mendatang. Satu bab khusus dalam Agenda 21 mambahas tentang “Manajemen logis bahan kimia di Linkungan, termasuk pencegahan terhadap peredaran produk toksik dan berbahaya di tingakt internasional”. Dalam UNCED disebutkan bahwa hanya Negara yang tidak memiliki pengetahuan tentang . dampak bahan kimia pada kesehatan manusia dan lingkungan. Akibatnya, yang memang sering terjadi adalah bahwa bahan kimia diproduksi, di transportasi, digunakan dan dibuang tanpa terlebih dahulu melakukan tindakan pencegahan yang diperlukan untuk menghindari terkontaminasi kimia dan kerusakan yang besar pada kesehatan manusia dan lingkungan.

\

BAB 2

PEMBAHASAN

 

  1. 1.        LINGKUNGAN HIDUP DAN ZAT KIMIA

Lingkungan hidup, sering disebut sebagai lingkungan, adalah istilah yang dapat mencakup segala makhluk hidup dan tak hidup di alam yang ada di Bumi atau bagian dari Bumi, yang berfungsi secara alami tanpa campur tangan manusia yang berlebihan.

Makhluk hidup dan lingkungannya (abiotik) sangat berhubungan erat satu dengan yang lainnya. Semua organisme atau komunitas didalam suatu daerah saling mempengaruhi dengan lingkunga fisiknya, sehingga arus energy mempengaruhi struktur makanan, keanekaragaman dan daur bahan didalam system merupakan system ekologi atau ekosistem. Ekosistem mempunyai dua komponen yaitu komponen autrofik (autrofik = memberi makanan sendiri) dan komponen heterofik (heterofik = makanan yang lain). Komponen yang merupakan bagian ekosistem termasuk diantaranya senyawa anorganik, senyawa organic, iklim, produsen, macro konsumen dan mikro konsumen, saprotof (sapro = membusuk) dan osmotrof (osmo = melaui selaput). Dari segi fungsional ekosistem dapat dianalisis berdasarkan siklus energy, rantai makanan, pola keanekaragaman dalam waktu dan ruang, daur makanan (biogeokimia), perkembangan, evolusi, dan pengendalian dalam (cybernetics).

  1. 2.        LINGKUNGAN HIDUP DAN PERMASALAHANNYA

Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya (UU. No. 23/1997). Lingkungan hidup dalam pengertian ekologi tidaklah mengenal batas wilayah baik wilayah negara maupun wilayah administratif, akan tetap jika lingkungan hidup dikaitkan dengan pengelolaannya maka harus jelas batas wilayah wewenang pengelolaan tersebut. Lingkungan hidup Indonesia sebagai suatu sistem yang terdiri dari lingkungan sosial (sociosystem), lingkungan buatan (technosystem) dan lingkungan alam (ecosystem) dimana ke tiga sub sistem ini saling berinteraksi (saling mempengaruhi). Ketahanan masing-masing subsistem ini akan meningkatkan kondisi seimbang dan ketahanan lingkungan hidup, dimana kondisi ini akan memberikan jaminan suatu yang berkelanjutan yang tentunya akan memberikan peningkatan kualitas hidup setiap makhluk hidup di dalamnya. Masalah lingkungan hidup pada dasarnya timbul karena :

  1. Dinamika penduduk
  2. Pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya yang kurang bijaksana .
  3. Kurang terkendalinya pemanfaatan akan ilmu pengetahuan dan teknologi maju
  4. Dampak negatif yang sering timbul dan klemajuan ekonomi yang seharusnya positif
  5. Benturan tata ruang

Permasalahan utama dari lingkungan hidup adalah pencemaran lingkungan. Pencemaran lingkungan dapat dibagi menjadi beberapa bagian yaitu:

2.1   Pencemaran udara

Pencemaran udara diartikan sebagai adanya bahan-bahan atau zat-zat asing di dalam udara yang menyebabkan perubahan sususan (komposisi) udara dari keadaan normalnya. Pembangunan yang berkembang pesat dewasa ini, khususnya dalam industry dan teknologi, serta meningkatnya jumlah kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar fosil (minyak) menyebabkan udara yang kita hirup disekitar kita menjadi tercemar oleh gas-gas buangan hasil pembakaran

Menurut Wardhana (2004: 31) dari beberapa macam komponen pencemar udara, maka yang paling banyak berpengaruh dalam pencemaran udara adalah komponen-komponen berikut ini:

  1. Karbon monoksida (CO)
  2. Nitrogen Oksida (NOX)
  3. Belerang oksida (SOX)
  4. Hidrokarbon (HC)
  5. Partikel

Sumber pencemar di Indonesia saat ini masih terus diteliti. Akan tetapi kalau dilihat presentasenya komponen pencemar udara dari sumber pencemar transportasi, seperti terlihat pada table berikut :

Komponen Pencemar

Prosentase

CO

70,5 %

NOX

8,89 %

SOX

0,88 %

HC

18,34 %

PARTIKEL

1,33 %

TOTAL

100 %

Menurut Darmono (Tanpa tahun: 13) Penyebab pencemaran udara secara alamiah adalah kebakaran hutan, penyebaran benang sari dari beberapa jenis bunga, erosi tanah oleh angin, gunung meletus, penguapan bahan organik dari beberapa jenis daun (seperti jenis pohon cemara yang mengeluarkan tarpenten), dekomposisi dari beberapa jenis bakteri pengurai ,deburan ombak air laut (sulfat dan garam) dan radio aktifitas secara alimiah (gas radon 222, gas dari defosit uranium, fosfat granet.

Bahan kimia untuk proses pendingin (air conditioner/AC) ialah klorofluorokarbon (CFC) atau yang popular disebut Freon. Sejak selesai perang dunia kedua (1945) penggunaan beberapa jenis CFC dipakai secara luas sehingga CFC diproduk secara besar-besaran di Amerika Serikat. Dengan digunakannya bahan kimia yang sangat menguntungkan tersebut secara besar-basaran maka CFC bocor ke udara sangat mungkin terjadi, misalnya penyemprotan ruangan, kebocoran kulkas dan AC, serta pembakaran busa plastik dengan demikian CFC terbebas ke udara dan bergerak kelapisan stratosfer. Dalam lapisan stratosfer dibawah pengaruh radiasi sinar ultra violet berenergi tinggi, bahan tersebut terurai dan membebaskan atom klor. Klor akan dapat mempercepat pemecahan ozon menjadi gas oksigen. Diperkirakan satu atom klor akan dapat mengurai 100.000 molekul O3. Disamping itu gas dari rumah kaca dan beberapa atom lainnya seperti bahan yang mengandung bromium yang disebut halon juga ikut memperbesar pemecahan ozon tersebut.

2.2     Pencemaran Air

Pencemaran air terdiri atas bermacam-macam jenis dan pengaruhnya terhadap lingkungan serta makhluk hidup juga bermacam-macam. Jenis pencemaran air yang paling banyak di temukan yaitu:

  1. Limbah organik, menyebabkan kurangnya oksigen terlaarut. Penyebab utama berkurangnya kadar oksigen dalam air adalah limbah organik terbuang dalam air. Limbah organic akan mengalami degradasi dan dejomposisi oleh bakteri aerob (menggunakan okesigen dalam air) sehingga lama kelamaan oksigen yang terlarut dalam air akan sangat berkurang.
  2. Pencemar bahan kimia inorganic, bahan kimia inorganic seperti asam garam, dan bahan toksik logam seperti Pb, Cd, Hg dalam kadar yang tinggi dapat menyebabkan tidak enak untuk diminum, menyebabkan matinya kehidupan air, menurunkan produksi tanaman pangan dan merusak peralatan yang dilalui air tersebut karenabersifat korosif
  3. Substansi radioaktif, radioaktif yang terlarut dalam air dapat mengalami amplifikasi biologi (kadarnya berlipat) dalam system rantai pakan. Radiasi tersebut dapat menyebabkan Mutasi DNA pada makhluk hidup yang berakibat pada gangguan reproduksi, kanker dan kerusakan genetic.

Contoh kasus yang pernah terjadi akibat pencemaran air diantaranya kasus wabah keracunan mercuri pernah terjadi di Minamata (Jepang) pada tahun 1953-1960, kasus ini terkenal karena selama tujuh tahun telah menjatuhkan banyak korban yang sebagiannya adalah nelayan. Kurun waktu itu lebih dari 100 orang menderita cacat dan dan 43 lainnya meninggal. Korban lainnya adalah 119 bayi yang lahir cacat. Sumber utama keracunan mercuri adalah limbah pembungan dari pabrik plastic ke air lingkungan (laut). Walaupun kadarnya kecil namun karena proses biological magfication maka kadar mercuri yang terdapat dalam ikan menjadi berlipat kali sekitar 27-102 ppm.

2.3    Pencemaran Darat

Pencemaran tanah adalah keadaan dimana bahan kimia buatan manusia masuk dan mengubah lingkungan tanah alami. Pencemaran ini biasanya terjadi karena: kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial; penggunaan pestisida; masuknya air permukaan tanah tercemar ke dalam lapisan sub-permukaan; kecelakaan kendaraaan pengangkut minyak, zat kimia, atau limbah; air limbah dari tempat penimbunan sampah serta limbah industri yang langsung dibuang ke tanah secara tidak memenuhi syarat (illegal dumping).

Ketika suatu zat berbahaya/beracun telah mencemari permukaan tanah, maka ia dapat menguap, tersapu air hujan dan atau masuk ke dalam tanah. Pencemaran yang masuk ke dalam tanah kemudian terendap sebagai zat kimia beracun di tanah. Zat beracun di tanah tersebut dapat berdampak langsung kepada manusia ketika bersentuhan atau dapat mencemari air tanah dan udara di atasnya. Paparan kronis (terus-menerus) terhadap benzena pada konsentrasi tertentu dapat meningkatkan kemungkinan terkena leukemia.

  1. 3.        PERUBAHAN LINGKUNGAN DAN FAKTOR PENYEBABNYA

            Perubahan lingkungan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan. Perubahan yang terjadi pada lingkungan hidup manusia menyebabkan adanya gangguan terhadap keseimbangan karena sebagian dari komponen lingkungan menjadi berkurang fungsinya. Perubahan lingkungan dapat terjadi karena campur tangan manusia dan dapat pula karena faktor alami. Dampak dari perubahannya belum tentu sama, namun akhirnya manusia juga yang mesti memikul serta mengatasinya.

Perubahan lingkungan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan. Perubahan yang terjadi pada lingkungan hidup manusia menyebabkan adanya gangguan terhadap keseimbangan karena sebagian dari komponen lingkungan menjadi berkurang fungsinya. Perubahan lingkungan dapat terjadi karena campur tangan manusia dan dapat pula karena faktor alami. Dampak dari perubahannya belum tentu sama, namun akhirnya manusia juga yang mesti memikul serta mengatasinya.

3.1         Perubahan Lingkungan karena Campur Tangan Manusia

Perubahan lingkungan karena campur tangan manusia contohnya penebangan hutan, pembangunan pemukiman, dan penerapan intensifikasi pertanian.

Penebangan hutan yang liar mengurangi fungsi hutan sebagai penahan air. Akibatnya, daya dukung hutan menjadi berkurang. Selain itu, penggundulan hutan dapat menyebabkan terjadi banjir dan erosi. Akibat lain adalah munculnya harimau, babi hutan, dan ular di tengah pemukiman manusia karena semakin sempitnya habitat hewan-hewan tersebut.

Pembangungan pemukiman pada daerah-daerah yang subur merupakan salah satu tuntutan kebutuhan akan pangan. Semakin padat populasi manusia, lahan yang semula produktif menjadi tidak atau kurang produktif.

Pembangunan jalan kampung dan desa dengan cara betonisasi mengakibatkan air sulit meresap ke dalam tanah. Sebagai akibatnya, bila hujan lebat memudahkan terjadinya banjir. Selain itu, tumbuhan di sekitamya menjadi kekurangan air sehingga tumbuhan tidak efektif melakukan fotosintesis. Akibat lebih lanjut, kita merasakan pangs akibat tumbuhan tidak secara optimal memanfaatkan CO2, peran tumbuhan sebagai produsen terhambat.

Penerapan intensifikasi pertanian dengan cara panca usaha tani, di satu sisi meningkatkan produksi, sedangkan di sisi lain bersifat merugikan. Misalnya, penggunaan pupuk dan pestisida dapat menyebabkan pencemaran. Contoh lain pemilihan bibit unggul sehingga dalam satu kawasan lahan hanya ditanami satu macam tanaman, disebut pertanian tipe monokultur, dapat mengurangi keanekaragaman sehingga keseimbangan ekosistem sulit untuk diperoleh. Ekosistem dalam keadaan tidak stabil. Dampak yang lain akibat penerapan tipe ini adalah terjadinya ledakan hama.

3.2         Perubahan Lingkungan karena Faktor Alam

Perubahan lingkungan secara alami disebabkan oleh bencana alam. Bencana alam seperti kebakaran hutan di musim kemarau menyebabkan kerusakan dan matinya organisme di hutan tersebut. Selain itu, terjadinya letusan gunung menjadikan kawasan di sekitarnya rusak.

  1. 4.        ZAT KIMIA BERBAHAYA DALAM LINGKUNGAN

Zat kimia dapat ditemukan dimana saja, dan sama seperti tumbuhan dan air, zat kimia terbentuk secara alami dilingkungan. Semua benda tersusun dari zat kimia, termasuk makanan kita, minuman, pakaian, obat tumbuhan, dan bahkan kita sendiri. Walaupun sering berpikir bahwa jika zat kimia terbentuk secara “alami” di lingkungan maka zat itu tidak membahayakan, terkadang justru sebaliknya. Kenyataanya banyak kita alami zat kimia yang sama toksiknya bagi manusia dan lingkungan dengan zat kimia buatan manusia itu sendiriseperti pestisida, obat-obat terapeutik, dan pelarut solven yang dipakai dalam industry.

Zat kimia dapat dijumpai dimana saja, maka sumber zat kimia toksik cukup banyak, misalnya di udara, air, makanan, tempat kerja, dalam obat, pestisida, solven, hidrokarbon alami, dan produk pembakaran, kosmetik,toksik yang berbentuk secara alami misalnya mikotoksik, toksin, mikroba, toksin tumbuhan, toksin binatang.

Manusia juga merasa khawatir dengan polutan lingkungan seperti asbestos, karbon monoksida, asap tembakau atau rokok, timbale, mercury, microwave bidang electromagnet, ozon, hujan asam dan senyawa organic hasil volatile.

4.1   Zat Kimia Alami Berbahaya

Berikut ini adalah contoh-contoh zat kimia alami yang berbahaya, yaitu :

4.1.1    Flor

Flor secara alami terdapat pada air, makanan, udara, dan tubuh manusia. Air minum biasanya menjadi sumber pokok pemaparan terhadap flora lam dan merupakan kasus yang cukup menarik. Penelitian menunjukkan bahwa pemaparan terhadap flor dalam air minum dengan kadar 0,5-1,0 mg/liter bermanfaat bagi kesehatan manusia karena dapat menurunkan pre valensi karies gigi. Akan tetapi, pemaparan yang berlebihan terhadap flor dalam air minum ini juga dapat menyebakan fluorosis gigi. Fluorosis gigi ditandai dengan bercak-bercak buram pada email yang berwarna kuning sampai coklat tua. Paparan jangka panjang terhadap flor dalam air minum dengan kadar yang luar biasa tinggi, lebih dari 10 mg/liter mengakibatkan fluorosis skelet di China, India, dan Afrika Selatan. Kondisi ini sering kali diperumit oleh factor seperti defisiensi kalsium dan mal nutrisi.

4.1.2        Arsenik

Seperti kebanyakan zat kimia lain pemaparan manusia terhadap arsenic terjadi dari sumber alami, sumber industry, dan sumber pertanian. Arsenic tersebar luas dilapisan kerak bumi dan terkandung dalam lebih dari 150 zat mineral. Arsenic juga dapat ditemukan dalam bijih tambang berbagai logam seperti emas, timbale, tembaga, timah, dan zink. Arsenik dilepas ke atmosfir sebagai produk samping dari peleburan bijih tambang non fero.

Air minum merupakan sumber penting pemaparan terhadap arsenic. Konsentrasi arsenic tertinggi biasaya ditemukan dalam air tabha. Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah merekomendasikan nilai ambang sementara kandungan arsenic dalam air minum yaitu 0,01 mg/liter.

Berikut beberapa contoh konsntrasi arsenic yang ditemukan dalam air sumur dan air permukaan.

a)                   Dalam air sumur

v    Taiwan                                    sampai dengan 1,8 mg/liter

v    Hungaria                     >0,1 mg/liter

v    India                            >0,05 mg/liter

v    Meksiko                      >0,4 mg/liter

v    Amerika Serikat          >0,1 mg/liter

b)                  Dalam air permukaan

v    Chile                            0,8 mg/liter

v     Argentina                   >0,3 mg/liter

Banyak laporan yang menyebutkan bahwa paparan kronis terhadap arsenic dalam air minum dapat membahayakan kesehatan. Bahaya yang ditimbulkan meliputi hiperpigmentasi, keratosis atau pertumbuhan lapisan tanduk dan kanker kulit. Angka prevalensi yang tinggi dari kelainan pembuluh darah tepi atau penyakit blackfood ditemukan di Taiwan, yang air minumnya mengandung arsenic berkadar tinggi. Efek terhadap pembuluh darah tepi juga dilaporkan dialami juga oleh penduduk Chile yang terpapar arsenic dalam air minum. Selain itu, dibeberapa bagian dunia (mis. Reichenstein, Silesia, Cordoba, Argentina dan sebagian kecil wilayah Pantai Barat Taiwan ) kadar arsenic yang tinggi dalam air minum telah dikaitkan dengan tingginya kasus kanker kulit. The International Agency for Research on Cancer (IARC) telah memasukkan arsenic dalam kategori karsinogen manusia.

Singkatnya banyak paparan terhadap arsenic  berasal dari keberadaan arsenic alaminya dalam air minum, yang belum tentu menandakan bahwa air minum itu aman dikonsumsi. Efek kesehatan yang berbahaya telah didokumentasikan dengan baik. Unsur lain yang terbentuk secara alamiah dan efek potensialnya terhadap kesehatan manusia disajikan dalam table 1.

No Logam Efek Sumber Pemaparan
1 Kadmium Toksisitas ginjal Paparan okupasional akibat menghirup uap arau gas kadmiun dan kontaminasi
2 Kromium Dermatitis Paparan okupasional memakai perhiasan yangmengandung kromium
3 Timbal Mengganggu produksi hemoglobin, disfungsi ginjal, retardasi mental Paparan okupasional kontak anak dengan tanah atau kotoran, menghirup gas atau bahan bakar yang mengandung timbale

Beberapa kasus yang pernah terjadi yang berhubungan dengna zat kimia yang berbahaya bagi lingkungan misalnya kasus yang terjadi di Kepone, dimana terjadi pembuangan zat beracun bahan pestisida sebanyak kira-kira 53.000 kg ke dalam saluran air di Hopewell, Virginia yang mengakibatkan kontaminasi air sungai. Contoh lain yang disebabkan oleh kurangnya beberapa senyawa kimia berbahaya ke dalam Love Canal sekitar tahun 1940’an, dalam kejadian ini diperkirakan sekitar 20.000 metrik ton zat kimia berupa asam klorida, senyawa fenol terklorinasi, klorobenzen dan logam halida dibuang ke dalm lembah dan selanjutnya lembah ini ditutup dengan tanah untuk dijadikan areal pemukiman. Beberapa perumahan dan sekolah dibangun disekitar lembah disebut. Akan tetapi sekitar tahun 1970’an baru dideteksi pengaruh negatifnya terhadap masyarakat sekitar, dimana pada saat itu senyawa itu tertanam merembes ke permukaan sehingga ditemukan disekitar halaman sekolah dan rumah yang berdekatan dengan lembah. Masyarakat sekitar juga terjangkit beberapa jenis penyakit yng disebabkan oleh zat kimia buangan tersebut. Begitu berbahayanya daerah tersebut sehingga harus dievakuasi penduduk dan pembersihan terhadap bahan pencemar ini, dan diperkirakan pada tahun 1980 dibutuhkan biaya lebih dari $100 juta untuk mengatasi hal tersebut.

4.2     Molekul Kimia Berbahaya

Ada beberapa macam bahan kimia molekul yang sering digunakan yang berdampak buruk bagi lingkungan, yaitu:

4.2.1 Karbon monoksida (CO)

Karbon monoksida atau CO adalah suatu gas yang tak berwarna, tidak berbau dn tidak berasa. Gas CO dapt berbentuk cairan pada suhu dibawah -192O C. Kota besar yang padat lalu lintasnya akan banyak menghasilkan gas CO sehingga kadar CO dalam udara relative tinggi dibandingkan daerah pedesaan. Secara umum terbentuknya gas CO adalah melaui proses sebagai berikut :

  1. Pembakaran bahan bakar fosil dengan ukuran udara reaksinya tidak stoikiometris adalah harga ER > 1
  2. Pada suhu tinggi terjadi reaksi antara karbon dioksida (CO2) dengan karbon C menghasilkan gas CO
  3. Pada suhu tinggi, CO2 dapat terurai kembali menjadi CO dan oksigen

Hemoglobin dalam tubuh lebih mudah mengikat CO dari pada oksigen sehingga orang yang terlalu banyak menghirup CO dapat mengalami gangguan pada pencernaannya bahkan bisa menyebabkan kematian.

4.2.2 Nitrogen oksida (NOx)

Nitrogen oksida sering disebut dengan NOx karena oksida nitrogen mempunyai 2 macam bentuk yang  sifatnya berbeda, yaitu gas NO2 dan gas NO. sifat gas NO2 adalah berwarna dan berbau, sedangkan gas NO tidak berwarna dan tidak berbau. Warna gas NO2 adalah merah kecoklatan dan berbau tajam menyengat hidung

Pencemaran gas NOx di udara terutama berasal dari gas buangan hasil pembakaran yang keluar dari generator pembangkit listrik stasioner.

4.2.3 Belerang oksida (SOx)

Pencemaran SOx di udara terutama berasal dari pemakaian batubara yang digunakan pada kegiatan industry, transportasi dan lain sebagainya. Pemakaian batubara sebagai bahan bakar pada beberapa kegiatan indutri seperti terjadi dibeberpa Negara Eropa Barat dan Amerika, menyebabkan kadar gas SOx di udara meningkat.

SO2 + H2O            H2SO4 (asam sulfit)

Seperti tampak pada reaksi diatas, reaksi antara gas SOx dengan uap air yang terdapat diudara akan membentuk asam sulfit maupun asama sulfat. Apabila asam sulfit turun kebumi bersam air hujan, terjadilah apa yang dikenal sebagai Acid Rain atau hujan asam.

4.2.4   Hidrokarbon (HC)

Keberadaan HC sebagai bahan pencemar di uadar dapat berupa gas apabila HC termasuk suku rendah, atau berupa cairan apabila HC termasuk suku sedanng, atau berupa padatan apabila termasuk suku tinggi. Apabila HC berupa gas maka bercampur bersama gas-gas buangan lainnya. Kalau berupa cairan, HC tersebut akan membentuk semacam kabut minyak (droplet) yang sangat mengganggu. Kalau HC yang keluar berupa padatan, maka HC padat tersebut akanmembentuk asam pekat dan akhirnya menggumpal menjadi debu. Dalam hal ini HC termasuk pencemar berbentuk partikel.

4.2.5        Masalah Pemakaian Insktisida

Pada umumnya insektisida pembunuh serangga disemprotkan ke udara. Penyemprotan insektisida pada lahan pertanian dapat mencakup daerah yang luas sehingga perlu penyemprotan tersebut dilakukan dengan menggunakan pesawat terbang. Penyemprotan insektisida ke udara seperti tersebut diatas, mungkin tanpa disadari, sebenarnya merupakan penyebab pencemaran udara.

4.2.6   Bahan Kimia Pembersih

Dalam kehidupan sehari-hari, kita mengenal berbagai bahan kimia pembersih, di antaranya seperti sabun dan deterjen. Sabun dan deterjen dapat menjadikan lemak dan minyak yang tadinya tidak dapat bercampur dengan air menjadi mudah bercampur. Sabun dan deterjen dalam air dapat melepaskan sejenis ion yang dapat bersatu dengan air (hidrofilik) sehingga sabun dan detergen dapat larut dalam air dan bagian yang tidak dapat bersatu dengan air (hidrofobik) akan terlarut dalam minyak atau lemak. Berikut ini adalah macam-macam bahan kimia pembersih sebagai berikut.

  1. a.        Sabun

Sabun adalah garam basa yang dapat diperoleh dari berbagai asam lemak. Sabun itu fungsinya untuk membersihkan kotoran pada pakaian dan kulit yang sulit dibersihkan dengan menggunakan air. Reaksi penyabunan disebut dengan yang namanya saponifikasi. Sabun yang terbuat dari natrium hidroksida disebut dengan sabun keras, sedangkan sabun yang terbuat dari kalium hidroksida disebut dengan sabun lunak. Pada pembuatan sabun secara modern, selain menggunakan salah satu dari basa NaOH atau KOH, ditambahkan pula bahan lain, seperti krim, parfum, vitamin, pewarna, dan antiseptik. Krim berfungsi untuk menghaluskan kulit, sedangkan parfum memberi aroma wangi pada sabun, vitamin berfungsi untuk meremajakan kulit, pewarna untuk menambah daya tarik, dan antiseptik beruna untuk membunuh kuman.

  1. b.             Deterjen

Bahan dasar pembuatan deterjen adalah Alkyl Benzene Sulfonat (ABS). Daya cuci deterjen itu tenyata jauh lebih kuat dibandingkan dengan sabun. Bahkan, deterjen itui dapat bekerja pada air sadah lho…. Kelemahan deterjen dibandingkan sabun adalah deterjen sukar sekali diuraikan oleh mkroorganisme sehingga dapat mencemari lingkungan di sekitarnya.
c.      Pasta gigi

Pasta gigi merupakan pembersih yang fungsinya untuk membersihkan gigi dari segala jenis kotoran. Pasta gigi itu dibuat dari kalsium karbonat yang dihaluskan dan dicampurkan dengan gliserin. Sering kali pasta gigi itu ditambahkan zat pewarna, rasa manis, pemberi napas segar, fluoride, dan kalsium.
d.      Sampo

Sampo itu terbuat dari basa natrium hidroksida (NaOH). Sampo juga sering  sekali ditambahkan zat lain, seperti Vitamin E, kondisioner, ekstrak ginseng, urang-aring, seledri, dan zat yang fungsinya untuk mencegah dan mengobati ketombe.

  1. Bahan pemutih

Pemutih biasanya digunakan untuk menghilangkan kotoran atau noda berwarna yang sulit sekali dihilangkan pada pakaian/bahan tekstil. Larutan pemutih yang dijual biasanya itu mengandung bahan aktif natrium hipoklorit (NaOCI) sekitar 5%.

  1. Bahan pembasmi serangga

Insektisida ada tiga macam, yaitu:

  1. Racun pencernaan, racun pencernaan adalah bahan kimia yang jika termakan oleh serangga akan merusak saluran pencernaan sehingga serangga akan mati.

Misalnya:
•   DDT           = dikloro difenil trikloretan
•   BHC           = benzena heksa klorida

  1. Racun luar tubuh,
    Racun luar tubuh adalah bahan kimia yang akan membunuh serangga jika terjadi kontak langsung antara bahan kimia dan serangga. Misalnya seperti:
    •    DDT
    •    Dieldrin
    •    BHC
    •    Aldrin
  2. Racun pernapasan
    Racun pernapasan adalah bahan kimia yang jika terhirup atau dihirup oleh serangga akan merusak saluran pernapasannya sehingga menyebabkan serangga itu mati. Misalnya seperti:
    •    BHC
    •    Asam sianida
    •    Karbon disulfida
  1. Pupuk
    Pupuk buatan yang umum digunakan adalah pupuk nitrogen, pupuk fosfor, dan pupuk natrium. Pemberian pupuk secara beriebihan dapat menimbulkan pencemaran tanah.

Pencegahan Efek Samping Bahan Kimia

Gunakan pupuk secukupnya.

Gunakan cat yang aman, tidak mengandung merkuri atau timbal yang berbahaya bagi lingkungan.

  1. Jangan membakar sampah yang mengandung kemasan bahan kimia berbentuk aerosol cair.
  2. Gunakan sarung tangan ketika menggunakan pembersih kamar mandi.
    Pilihlah sabun, sampo, dan pembersih tubuh yang memilki pH seimbang.
  3. Jangan mencampur bahan kimia pemutih dengan bahan kimia lain tanpa petunjuk penggunaan yang   jelas.
  4. Gunakan bahan kimia secukupnya saja.
  5. Selalu   membaca   label  peringatan  serta petunjuk  penggunaan   pada   label kemasan

Sekarang ini banyak kasus keracunan pada anak setelah mengonsumsi jajanan atau minuman yang dijual di warung-warung. Oleh karena itu, hati-hati dengan jajanan atau snack yang ada di sekolah anak Anda, sebaiknya selalu bekali anak Anda dengan makanan sehat saat berangkat ke sekolah. Karena sebagian besar jajanan yang ada di sekolah mengandung bahan-baha berbahaya yang bisa mengganggu kesehatan. Berdasarkan data pemantauan BPOM bersama Kementerian Pendidikan Nasional dan IPB hanya 0,9 persen kantin sekolah sehat dari total 178.240 sekolah. Dan itu berarti sisanya merupakan jajanan yang tidak sehat dan berbahaya. Anak-anak biasanya akan suka pada jajanan yang berwarna, terutama yang berwarna cerah, sayangnya banyak produsen yang tidak peduli dengan kesehatan orang lain. Dan banyak dari mereka yang tidak menggunakan pewarna makanan, tetapi menggunakan pewarna pakaian. Tidak hanya pewarna makanan,biasanya pada jajanan anak sekolah dalam proses pengolahannya juga ditambahkan zat pemanis, pengawet dan penyedap rasa. Berikut ini adalah zat-zat kimia berbahaya yang sering ditemukan di jajanan anak sekolah :

  • Siklamat (pemanis buatan)
  • Sakarin (pemanis buatan)
  • Nitrosamin (aroma khas pada sosis, keju, kornet, ham dan dendeng)
  • MSG (penyedap rasa)
  • Rhodamin B (pewarna tekstil dan kertas)
  • Metanil Yellow (pewarna tekstil dan cat)
  • Formalin (pengawet non makanan dan disinfektan)
  • Boraks (pengawet non makanan dan pestisida)
  • Natamysin (pengawet)
  • Kalium asetat (pengawet)
  • Butil Hidroksi Anisol (BHA)

Zat-zat kimia tersebut dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada tubuh, mulai dari mual, muntah, diare, hingga kerusakan pada system pencernaan, hati, jantung, otak, limpa, system saraf pusat dan bahkan bisa memicu kanker. Oleh karena itu sebaiknya bekali makanan pada anak Anda ketika berangkat sekolah. Agar anak-anak tidak bosan, bekali mereka dengan menu yang berbeda-beda dan menarik, namun tetap terjaga kandungan gizinya dan tidak mengandung zat berbahaya,

BAB 3

KESIMPULAN

 

Bahan kimia yang ada di lingkungan dapat berasal dari alam maupun buatan manusia. Semua zat baik yang alami maupun buatan manusia berpotensi menyebabkan efek yang merugikan bagi manusia. Bahan kimia alami juga sama toksiknya dengan bahan kimia buatan manusia. Pembuangan zat secara aksidental dan berkepanjangan, harus ditangani dengan baik oleh manusia.

Beberapa hal yang terdapat disimpulkan dari pembahasan terdahulu dan penting untuk di ingat adalah sebagai berikut :

  1. Zat kimia dapat ditemukan dimana saja, dan sama seperti tumbuhan dan air, zat kimia terbentuk secara alami dilingkungan. Semua benda tersusun dari zat kimia, termasuk makanan kita, minuman, pakaian, obat tumbuhan, dan bahkan kita sendiri.
  2. Perubahan lingkungan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan. Perubahan yang terjadi pada lingkungan hidup manusia menyebabkan adanya gangguan terhadap keseimbangan karena sebagian dari komponen lingkungan menjadi berkurang fungsinya.
  3. Permasalahan utama dari lingkungan hidup adalah pencemaran lingkungan.
  1. Zat kimia dapat dijumpai dimana saja, maka sumber zat kimia toksik cukup banyak, misalnya di udara, air, makanan, tempat kerja, dalam obat, pestisida, solven, hidrokarbon alami, dan produk pembakaran, kosmetik, toksik yang berbentuk secara alami misalnya mikotoksik, toksin, mikroba, toksin tumbuhan, toksin binatang.

Daftar  Pustaka

Darmono. Tanpa Tahun. Lingkungan Hidup dan Pencemaran. Yogyakarta: Andi Ofset

Wardana, Wisnu Arya. 2004. Dampak Pencemaran Lingkungan. Yogyakarta: Andi Ofset

Situmorang, Manihar. 2010. Kimia Lingkungan. Medan: FMIPA UNIMED

http://made044.wordpress.com

https://picasaweb.google.com