Latest Entries »

BAB 1
PENDAHULUAN

1.    LATAR BELAKANG MASALAH
Selama sepuluh tahun terakhir, laju kerusakan hutan di Indonesia mencapai dua juta hektar per tahun. Selain kebakaran hutan, penebangan liar (illegal loging) adalah penyebab terbesar kerusakan hutan. Illegal logging telah menjadi penyebab utama kerusakan hutan yang sangat parah. Bahkan lebih dari itu, penebangan haram ini telah melibatkan banyak pihak dan dilakukan secara terorganisir serta sistematis. Kejahatan ini bukan hanya terjadi di kawasan produksi, melainkan juga sudah merambah ke kawasan lindung dan taman nasional.
Ada tiga jenis pembalakan illegal. Pertama, yang dilakukan oleh orang atau kelompok orang, baik yang tinggal di sekitar hutan atau bahkan jauh berada dari hutan yang tidak mempunyai hak legal untuk menebang pohon. Kedua, dilakukan oleh perusahaan kehutanan yang melanggar ketentuan-ketentuan dalam izin yang dimilikinya. Ketiga dilakukan oleh orang-orang tertentu yang mengatasnamakan rakyat.
Persoalan illegal logging kini sudah menjadi fenomena umum yang berlangsung di mana-mana. Illegal logging bukan merupakan tindakan haram yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi, tetapi sudah menjadi pekerjaan keseharian. Fenomena illegal logging kini bukan lagi merupakan masalah kehutanan saja, melainkan persoalan multipihak yang dalam penyelesaiaanya pun membutuhkan banyak pihak terkait.
Permasalahan mendasar yang dihadapi bagi penegak hukum dalam memberantas illegal logging disebabkan illegal logging termasuk dalam kategori kejahatan yang terorganisir, yaitu ada actor intelectualnya, ada pelaku materialnya. Pelaku material bisa buruh penebang kayu yang hanya diupah, pemilik modal (cukong), pembeli, penjual dan acapkali ada backing dari oknum TNI atau Polri, aparat pemerintah maupun tokoh masyarakat. Di antara mereka selalu bekerja sama secara rapi, teratur dan solid. Disinyalir ada yang membackingi, sehingga praktek illegal logging sangat sulit diberantas, dan kalaupun ditemukan kasusnya yang dipidana bukan actor intelectual atau cukong, hanya pelaku biasa seperti penebang kayu, pengemudi, atau nakhoda kapal yang menjalankan kenderaannya. Pelaku sebenarnya sudah kabur duluan sebelum petugas penegak hukum dapat menangkapnya.
Akibat dari kerusakan hutan akan menimbulkan dampak-dampak negatif. Salah satunya bencana banjir dan kerusakan lingkungan itu sendiri. Kerusakan hutan umumnya akibat illegal logging (IL), sedangkan sebagian kecil sisanya karena untuk pemenuhan kebutuhan warga yang bermukim disekitar hutan. Untuk mengantisipasi perilaku masyarakat yang merusak hutan pemerintah daerah perlu mengambil langkah yang tepat.

untuk tulisan selengkapnya silahkan downloadILLEGAL LOGGING

Estuari Bagan Deli

Originally posted on Rida Sari br Surbakti:

Darimu, aku banyak belajar, banyak sekali

Belajar sabar, belajar menahan diri, belajar berkorban, belajar untuk tulus, berhati bersih, belajar untuk menghindari diri dari yang namanya ghibah

Kalau bisa dibilang kau, salah satu dari beberapa inspirasi ku.

Sangat menyayangimu karena Allah.

Maka benarlah perasaan yang tertaut karena Allah akan menjadi perasaan yang mendalam.walaupun tak harus diucapkan oleh pemiliknya

Aku berharap, sangat berharap kita tetap Istiqomah, tetap berusaha sekuat tenaga untuk memurnikan hati yang sangat mudah keruh ini.

*semangat untuk menautkan hati karena Allah dengan yang lainnya (sesuai pada tempatnya)

By: Ukh_RiSa

View original

BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pencemaran air di Medan saat ini semakin memprihatinkan. Pencemaran air dapat diartikan sebagai suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Perubahan ini mengakibatkan menurunnya kualitas air hingga ke tingkat yang membahayakan sehingga air tidak bisa digunakan sesuai peruntukannya. Fenomena alam seperti gunung berapi, badai, gempa bumi dll juga mengakibatkan perubahan terhadap kualitas air, tapi dalam pengertian ini tidak dianggap sebagai pencemaran.
Pencemaran air di estuari seperti yang terjadi di Estuari Bagan Deli teruatama disebabkan oleh sampah plastik di sekitar estuari. Padahal estuari merupakan salah satu jenis ekosistem yang menjadi habitat berbagai jenis organisme. Pada pengamatan kali ini, kami mengamati pencemaran yang terjadi di sekitar Estuari Bagan Deli. Estuari didefinisikan sebagai badan air di wilayah pantai yang setengah tertutup, yang berhubungan dengan laut bebas. Oleh karena itu ekosistem ini sangat dipengaruhi oleh pasang surut dan air laut bercampur dengan air darat yang menyebabkan salinitasnya lebih rendah daripada air laut. Muara sungai, rawa pasang-surut, teluk di pantai dan badan air di belakang pantai pasir temasuk estuari.
Biota yang hidup di ekosistem estuari umumnya adalah percampuran antara yang hidup endemik, artinya yang hanya hidup di estuari, dengan mereka yang berasal dari laut dan beberapa yang berasal dari perairan tawar, khususnya yang mempunyai kemampuan osmoregulasi yang tinggi. Bagi kehidupan banyak biota akuatik komersial, ekosistem estuari merupakan daerah pemijahan dan asuhan. Kepiting (Scylia serrata), tiram (Crassostrea cucullata) dan banyak ikan komersial merupakan hewan estuari. Udang niaga yang memijah di laut lepas membesarkan larvanya di ekosistem ini dengan memanfaatkannya sebagai sumber makanan.

B. Rumusan Masalah

1. Apakah jenis pencemaran yang terjadi di sekitar Estuari Bagan Deli ?
2. Bagaimana kondisi hewan dan tumbuhan di sekitar Estuari Bagan Deli ?
3. Bagaimana kondisi sosial dan kesehatan penduduk di sekitar Estuari Bagan Deli ?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui jenis pencemaran yang terjadi di sekitar Estuari Bagan Deli.
2. Untuk mengetahui Kondisi Hewan dan Tumbuhan di sekitar Estuari Bagan Deli.
3. Untuk mengetahui sosial dan kesehatan penduduk di sekitar Estuari Bagan Deli.

D. Waktu dan Tempat Pengamatan
Pengamatan di lakasanakan di Estuari Bagan Deli pada hari jumat tanggal

BAB 2
Landasan Teori
A. Pengertian Ekosistem Estuari
Pengertian Estuari menurut para ahli :
1. Pengertian Estuari menurut Lauff (1961) Estuari sebagai perairan yang semi tertutup menerima air tawar yang mengalir dari daratan dan sekitarnya serta mempunyai hubungan bebas dengan laut lepas.
2. Pengertian Estuari menurut Reid (1961). Estuari sebagai perairan tertutup yang mempunyai hubungan langsung dengan laut dan keadaan lingkungannya sangat dipengaruhi oleh aktifitas pasang surut, sehingga terjadi pencampuran dengan air tawar
3. Pengertian Estuari menurut Knight (1965). Estuari adalah saluran dimana air pasang-surut yang datang dengan arus sungai, daerah tersebut merupakan bagian dari laut yang terletak pada ujung dari muara sungai.
4. Pengertian Estuari menurut Dyer (1997). Estuari adalah perairan yang semi tertutup yang berhubungan bebas dengan laut, meluas ke sungai sejauh batas pasang naik, dan bercampur dengan air tawar, yang berasal dari drainase daratan.
Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa Estuaria adalah bagian dari lingkungan perairan yang merupakan pencampuran antara air luat dan air tawar yang berasal dari sungai, sumber air tawar lainnya (saluran air tawar dan genangan air tawar) dengan adanya proses pencampuran maka wilayah estuaria sangat dipengaruhi oleh kadar salinitas, dimana wilayah estuaria dibagi menjadi beberapa mintakat yaitu Hyperhaline, Euhaline, Mixohaline, oligohaline, dan Limnetik (Air tawar). Dengan ciri dan karakteristik tersebut estuaria memiliki banyak tipe yang diklasifikasikan berdasarkan atas topografi, pengenceran air tawar dan penguapan, geomorfologi, sirkulasi dan struktur dari sirkulasi, distribusi salinitas, pola pencampuran air tawar dan air laut serta stratifikasinya. Dari tipe tersebut ekosistem estuaria sangat dipengaruhi oleh kadar salinitas, suhu, sedimen, gelombang, pasang surut, substrat, ketersediaan oksigen, dan parameter kimia seperti limbah dan bahan polutan serta aktivitas biologi dari organisme yang hidup di kawasan estuaria. Karena perairan estuary mempunyai Salinitas yang lebih rendah dari lautan dan lebih tinggi dari air tawar (Anomin. 2012)
B. Tipe-tipe Estuari
Estuari dapat dikelompokkan atas empat tipe, berdasarkan karakteristik geomorfologinya, sebagai berikut :
1. Estuari daratan pesisir, paling umum dijumpai, dimana pembentukannya terjadi akibat penaikan permukaan air laut yang menggenangi sungai di bagian pantai yang landai.
2. Laguna (Gobah) atau teluk semi tertutup, terbentuk oleh adanya beting pasir yang terletak sejajar dengan garis pantai sehingga menghalangi interaksi langsung dan terbuka dengan perairan laut.
3. Fjords, merupakan Estuari yang dalam, terbentuk oleh aktivitas glesier yang mengakibatkan tergenangnya lembah es oleh air laut.
4. Estuari tektonik, terbentuk akibat aktivitas tektonik (gempa bumi atau letusan gunung berapi) yang mengakibatkan turunnya permukaan tanah yang kemudian digenangi oleh air laut pada saat pasang.
C. Komponen Biotik dan Abiotik Ekosistem Estuari
Ekosistem dapat bermacam-macam bentuknya sesuai dengan bentangan atau hamparan tempat eosistem berada, seperti ekosistem hutan, rawa, danau dan lain-lain. Namun, jika dilihat dari komponennya terdiri atas komponen fisik ( abiotik ) dan hayati ( biotik ). Komponen abiotik terdiri dari komponen yang bukan makhluk hidup, contohnya tanah, udara, sushu, angin, curah hujan dan lain-lain. Sifat fisik estuarin yang mempunyai variasi yang besar dalam banyak parameter yang sering kali menciptakan suatu lingkungan yang sangat menekan bagi organisme. Keanekaragaman hayati di estuaria terdiri dari flora, fauna dan plankton. Ada empat jenis fauna di estuaria yaitu fauna di lautan, air payau, air tawar dan peralihan. Jumlah spesies di estuaria jauh lebih sedikit daripada di air tawar atau air laut disekitarnya.
D. Keunikan Estuari
Lingkungan estuary merupakan kawasan yang sangat penting bagi berjuta hewan dan tumbuhan. Pada daerah-daerah tropis seperti di , lingkungan estuary umumnya di tumbuhi dengan tumbuhan khas yang di sebut Mangrove. Tumbuhan ini mampu beradaptasi dengan genangan air laut yang kisaran salinitasnya cukup lebar. Pada habitat mangrove ini lah kita akan menemukan berjuta hewan yang hidupnya sangat tergantung dari kawasan lingkungan ini.
Sebagai lingkungan perairan yang mempunyai kisaran salinitas yang cukup lebar, estuary menyimpan berjuta keunikan yang khas. Hewan-hewan yang hidup pada lingkungan perairan ini adalah hewan yang mampu beradaptasi dengan kisaran salinitas tersebut. Dan yang paling penting adalah lingkungan perairan estuary merupakan lingkungan yang sangat kaya akan nutrient yang menjadi unsure terpenting bagi pertumbuhan phytoplankton.
Keistimewaan lingkungan perairan estuary lainnya adalah sebagai penyaring dari berjuta bahan buangan cair yang bersumber dari daratan. Sebagai kawasan yang sangat dekat dengan daerah hunian penduduk, daerah estuary umumnya di jadikan daerah buangan bagi limbah-limbah cair (kita tidak membahas limbah padat di sini yang benar-benar merusak sebagian besar lingkunagn estuary). Limbah cair ini mengandung banyak unsure diantaranya nutrient dan bahan-bahan kimia lainnya. Dalam kisaran yang dapat di tolelir, Kawasan estuary umumnya bertindak sebagai penyaring dari limbah cair ini, mengendapkan partikel-partikel beracun dan menyisakan badan air yang lebih bersih. Inipun dengan kondisi dimana terjadi suplai yang terus-menerus dari air sungai dan laut yang cenderung lebih bersih dan mentralkan sebagaian besar bahan polutan yang masuk ke daerah estuary tersebut.
Disamping itu semua, Hal yang sangat berhubungan dengan masyarakat dan kegiatan ekonomi masyarakat, lingkungan kawasan perairan estuary kebanyakan di jadikan sebagai lahan budidaya bagi ratusan kenis ikan, bivalve (oyster dan clam), crustacean (kepiting) dan invertebrate lainnya.


BAB 3
Hasil Pengamatan Pencemaran di Estuari Bagan Deli
A. Pembuangan Sampah di Pemukiman Nelayan.
Estuaria merupakan wilayah yang sangat dinamis (dynamics area), rentan terhadap perubahan dan kerusakan lingkungan baik fisik maupunbiologiekosistem) dari dampak aktifitas manusia di darat ataupun pemanfaatan sumberdaya perairan laut secara berlebihan(over-xploited). Daerah estuarin merupakan tempat hidup yang baik bagi populasi ikan jika dibandingkan dengan jenis ikan lainnya.
Daerah ini merupakan tempat untuk berpijah dan membesarkan anak-anaknya bagi beberapa spesies ikan. Adapun faktor yang menyebabkan daerah ini mempunyai nilai produktivitas tinggi yaitu, disana terdapat suatu penambahan bahan- bahan organik secara terus menerus yang berasala dari daerah aliran sungai, perairan estuarin adalah dangkal, sehingga cukup menerima matahari untuk membantu kehidupan tumbuh-tumbuhan yang sangat banyak, daerah estuarin merupak tempat yang relative kecil menerima aksi gelombang akibatnya detritus dapat menumpuk didalamnya, aksi pasang selalu mengaduk-aduk bahan organic yang berada disekitar tumbuh-tumbuhan. Kamingnya, manuasia membuat daerah ini menjadi tempat yang lebih tercemar daripada bagian lautan lainya.pembuangan sampah.
Estuaria merupakan salah satu bentuk atau tipe pesisir yang terjadi di pantai, dan merupakan suatu tempat yang spesifik. Terdapat 2 faktor prinsipal yang mempengaruhi suatu keadaan hidrodinamisme dari estuaria, yaitu aliran sungai dan arus pasang surut. Pada saat air pasang, air laut akan masuk dan mempengaruhi kadar salinitas serta kualitas air yang ada dalam estuaria tersebut. Biasanya daerah hilir sungai atau estuaria selalu dihubungkan dengan biota atau organisme yang hidup di air tawar. Estuaria juga berfungsi antara lain: sebagai tempat pemijahan dan tempat perlindungan, dan telah digunakan sejak dulu sebagai tempat penangkapan tradisional dan akuakultur.
Kawasan estuari merupakan suatu wilayah yang memiliki potensi sumber daya alam yang sangat potensial bagi upaya mendukung program pembangunan berkelanjutan dan menjadi tumpuan harapan pembangunan nasional Indonesia di masa mendatang. Hal ini disebabkan oleh karena potensi sumber daya alam yang terdapat di darat semakin lama semakin menipis atau terkuras habis oleh berbagai kegiatan. Perspektif pembangunan menganggap kawasan pesisir sebagai suatu daerah dengan budaya yang khas. Dengan potensi sumberdaya yang besar, daerah tersebut sangat rawan terhadap konflik pembangunan sehingga merupakan suatu ancaman bagi lingkungannya sendiri. Berbagai aktivitas pembangunan industri, permukiman, pertanian, budidaya, pariwisata dan lain sebagainya, yang dilakukan di kawasan estuari selalu menimbulkan dampak negatif yang mengarah pada rusak atau punahnya ekosistem lingkungan. Dampak negatif yang sangat nyata terlihat antara lain : polusi atau pencemaran pada DAS, pesisir dan laut, erosi dan sedimentasi dan degradasi lingkungan yang semuanya mengakibatkan menurunnya kualitas lingkungan estuari.
Di kawasan estuari terdapat berbagai komponen yang merupakan suatu system dimana setiap komponen saling berpengaruh dan mempunyai hubungan satu dengan yang lain. Dalam merencanakan suatu pembangunan yang berwawasan lingkungan, perlu dikaji secara mendalam semua unsur atau komponen yang ada dikawasan terkait. Dalam hubungannya dengan pemukiman nelayan, maka perlu dikaji terlebih dahulu hubungan, interaksi, sebab-akibat serta simbiosis / adanya keterkaitan ekologis antar komponen yang ada, khususnya terhadap perumahan nelayan.
Di kawasan Teluk Belawan terdapat pemukiman nelayan yang terkonsentrasi di tiga lokasi, yaitu kelurahan Belawan Bahagia dan kelurahan Belawan I – di tepi sungai Belawan, serta di kelurahan Bagan Deli – di tepi sungai Deli.

Ketika mengunjungi perkampungan nelayan Bagan Deli pada tanggal 13 April 2012, kami melakukan pengamatan di pemukiman nelayan Bagan Deli. Nelayan membuat pemukiman dilokasi ini atas dasar pertimbangan agar letaknya dipinggir sungai dan dekat dengan laut. Sebenarnya sudah ada kompleks perumahan nelayan yang dibangun pemerintah. Namun letaknya yang cukup jauh dari laut membuat nelayan harus naik angkutan umum atau ojek untuk menuju kelaut, selain nelayan harus meninggalkan perahunya dipinggir sungai jauh dari rumahnya. Hal ini yang membuat nelayan akhirnya meninggalkan perumahan tersebut, dan memilih membangun rumah sendiri ditepi sungai Bagan Deli dekat muara.
Di temapat dapat dilihat beberapa perahu nelayan tradisional parkir di belakang rumah nelayan yang berada di atas bantaran sungai Deli. Tampak beberapa perahu nelayan sedang bergerak menuju muara kearah lautan lepas. Kesan yang tampak jelas dari atas jembatan adalah sungai yang begitu kotor dengan sampah dan perkampungan yang sangat kumuh. Karena letaknya persis diatas bantaran sungai, maka rumah harus dibangun kira-kira 1 meter diatas permukaan air sungai pada waktu surut. Menurut penduduk setempat, pada saat air pasang maka permukaan air dapat naik sampai melebihi 1 meter.

Kami memasuki perkampungan nelayan Bagan Deli. Karena letaknya 1 – 1.5 meter diatas permukaan sungai, maka akses menuju perkampungan berupa jembatan /titi yang terbuat dari kayu. Tiang penyangga terbuat dari batang pohon yang diameternya kira2 5-8 cm. Sedangkan jalan / jembatan dibuat dari kayu pohon dengan berukuran kira2 1 meter x 20 cm dengan ketebalan 5 cm. Jembatan ini sudah banyak yang keropos dan lapuk karena genangan air. Terdapat banyak kayu yang sudah lapuk, sehingga kami harus melangkah dengan sangat hati-hati
.

Beberapa penduduk mengeluhkan tidak adanya perhatian pemerintah setempat atas penderitaan mereka. Jalan jembatan / titi itu dibuat atas swadaya masyarakat setempat tanpa bantuan pemerintah yang konon tak kunjung tiba. Sudah ada beberapa orang terperosok jatuh karena kayu jempatan yang diinjak keropos dan tidak dapat menahan beban diatasnya. Pada malam hari jika air laut pasang dan tinggi air melebihi permukaan titi, tak jarang orang harus merangkak agar dapat meraba papan untuk dilalui demi menghindari resiko terperosok.

Keluhan lainnya adalah kesulitan yang dihadapi keluarga nelayan apabila akan mengadakan hajatan, pesta pernikahan atau khitanan. Demikian juga jika ada anggota keluarga nelayan yang meninggal, sangat sulit untuk mengangkut jenazah melalui jembatan yang sudah demikian hancur. Pernah suatu ketika seorang anak nelayan sakit dan harus segera dibawa ke puskesmas setempat, karena terlalu berat, maka orang yang menggendong anak yang sakit tersebut terperosok jatuh bersama anak yang digendongnya. Kami menyaksikan sendiri bagaimana anak-anak nelayan yang masih balita tidak dapat bebas bermain. Mereka dipaksa selalu berada dekat ibunya agar tidak terperosok di jembatan yang sudah banyak lubang-lubangnya itu. Beberapa ibu-ibu yang kami temui selalu menyampaikan harapannya agar kami mau menyampaikan keluhan mereka kepada pemerintah setempat.

Kenyataan lain yang kami temui di perkampungan nelayan BaTam adalah TIDAK ADA TEMPAT SAMPAH. Kami tidak pernah melihat tempat sampah dimanapun kami mampir. Ketika hal tersebut kami tanyakan kepada para penduduk, mereka dengan polosnya mengatakan sampah langsung dibuang ke sungai atau ke bawah rumah. Kalau begini terus suatu saat sungai akan semakin dangkal dan secara tidak langsung akan berpengaruh negatif pada kelangsungan kehidupan nelayan.

B. Kondisi Hewan dan Tumbuhan di sekitar Estuari Bagan Deli
Daerah Kelurahan Bagan Deli Kecamatan Medan Belawan Kotamadya Medan Provinsi Sumatera Utara telah banyak mengalami kerusakan. Hal ini tampak pada adanya ahli fungsi mangrove menjadi tempat domestik masyarakat, pembangunan PLN, dan sebagainya. Di daerah Belawan, pertumbuhan mangrove sudah semakin menurun seiring kemajuan zaman. Pembangunan rumah, tower dan sebagainya membuat semakin punahnya keberadaan mangrove.
Tetapi, ada juga sebagian masyarakat sekitar melakukan reboisasi (penanaman kembali) tumbuhan mangrove. Hal ini dikarenakan mangrove mempunyai banyak kegunaan diantaranya dapat mencegah abrasi/ erosi, gelombang atau angin kencang, pengendali intrusi air laut dan lain sebagainya. Tetapi, mangrove juga memiliki manfaat ekonomis diantaranya dapat menghasilkan kayu (kayu konstruksi, tiang/pancang, kayu bakar, arang, serpihan kayu (chips) untuk bubur kayu), dan hasil hutan ikutan (tannin, madu, alkohol, makanan, obat-obatan)
Daerah Belawan memiliki kontur yang cukup rumit. Hal tersebut tampak pada sebagian daerah hutan mangrove ada yang hampir semuanya telah ditebang dan diganti dengan pemukiman penduduk. Namun di beberapa bagian lahan yang kosong, penduduk menanami dengan mangrove sehingga mangrove yang telah ditebang digantikan dengan yang baru (melakukan reboisasi). Pada beberapa bagian yang lain juga masih terlihat bahwa mangrove masih memenuhi daerah tersebut, walaupun disekitar daerah tersebut sudah mulai banyak ditemukan pondasi-pondasi tiang listrik PLN, kemudian tidak jauh dari tempat itu juga didirikan tiang-tiang listrik yang berdiri di antara hutan mangrove yang masih lebat.
Daerah Sungai Belawan juga sudah sangat tercemar. Dikarenakan banyaknya pabrik-pabrik yang berada di sekitar sungai yang membuang limbahnya langsung ke sungai. Hal tersebut bukan hanya mengganggu pertumbuhan mangrove tetapi juga mengganggu ekosistem flora dan fauna yang hidup di sekitar sungai Belawan tersebut.
C. Kondisi Sosial dan Kesehatan Penduduk di sekitar Estuari Bagan Deli
Umumnya masyarakat di sekitar sungai Estuari Bagan Deli adalah nelayan. Setiap hari nelayan tersebut menguras hasil laut sekitar Estuari tersebut. Wilayah pesisir dan lautan merupakan bagian dari lingkungan hidup yang berpotensi besar dalam menyediakan sumberdaya kehidupan. Perairan pesisir menjadi tempat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari para nelayan, tetapi juga sebagai tempat pembuangan limbah cair dan pembuangan sampah. Selain itu perairan pesisir digunakan sebagai pelabuhan arus perdagangan berbagai komoditi. Dilain pihak pesisir merupakan sumber masukan pendapatan oleh pemerintah guna mendukung pembangunan daerah. Dalam pencapaian target pembangunan lingkungan perairan pesisir berkelanjutan diperlukan indikator kinerja yang tak terlepas dari indikator pembangunan berkelanjutan mencakup faktor sosial, ekonomi, dan lingkungan serta kelembagaan. Faktor tersebut merupakan dasar pertimbangan dalam perencanaan, pengelolaan dan pelaksanaan pembangunan yang berkaitan dengan pengelolaan pesisir.

Sampah yang mencemari sungai di sekitar estuari oleh aktivitas manusia mengakibatkan kualitas lingkungan turun sehingga tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukkannya. Sampah yang dibuang di sekitar Estuari berupa sampah organik maupun sampah anorganik yang biasanya mengandung zat berbahaya dan beracun. Limbah anorganik yang dibuang di sungai bagan Deli sangat beracun bagi organisme hidup dan manusia karena mempunyai bahan aktif dan logam-logam berat. Daya racun dari logam aktif misalnya seperti air raksa dapat bekerja sebagai penghalang kerja enzim dan menyebabkan kerusakan sel, sehingga mengganggu metabolisme tubuh. Disamping itu bahan beracun dapat terakumulasi dan menumpuk dalam tubuh manusia jika penduduk sekitar mengkonsumsi ikan yang telah tercemar. Hal ini dapat mengakibatkan timbulnya penyakit yang bersifat kronis. Limbah padat dan cair yang di buang di pantai Wosi diantaranya berupa tumpukan plastik, minyak, kaleng, karton dan lain sebagainya. Bahan organik terlarut dapat menimbulkan rasa, warna dan bau tidak sedap akibat adanya aktivitas bakteri pembusuk. Bau yang tidak sedap sering kali mengundang lalat dan tikus yang dapat membawa bibit penyakit kepada manusia. Bibit penyakit juga dapat dibawa oleh angin sehingga membuat udara disekitar ikut tercemar. Limbah domestik yang dibuang dapat mengandung bakteri patogen, parasit, dan virus. Selain itu bahan-bahan domestik yang terdapat di pesisir pantai dan yang mengendap di dasar perairan mengurangi kandungan oksigen terlarut oleh karena peningkatan bakteri dan ganggang yang melakukan proses perombakan. Peningkatan bakteri pengurai juga dapat menimbulkan proses eutrofikasi dan peningkatan temeperatur di perairan. Hal ini tentunya menimbulkan masalah bagi berbagai jenis ikan dan organisme lain yang hidup di sekitarnya. Kuantitas limbah yang terus menerus meningkat oleh karena meningkatnya kebutuhan manusia, mengkontribusi kepada meningkatnya mortalitas dan menambah parahnya penyakit yang tidak dapat dipulihkan. Limbah beracun yang membahayakan kesehatan dapat bersifat radioaktif, mutagentik, iritasi, patogenik dan mudah membusuk.
Tingkat keracunan dan bahaya dari limbah tergantung kepada jenis dan karakteristiknya, baik dalam jangka pendek maupun jangka penjang. Sampah yang dibuang di pantai dapat terbawa oleh ombak dan arus sehingga mengakibatkan daerah lain juga ikut tercemar. Sampah di sekiar estuari tidak hanya di sekitar sungai tetapi juga banyak bertebaran di pinggir jalan, pasar dan bahkan menyumbat selokan air. Bau busuk juga timbul jika sampah yang basah mengalami penguapan. Selain sampah, masyarakat belum menyadari bahwa pentingnya membuat tempat pembuangan tinja. Banyak perumahan di sekitar Estuari Bagan Deli yang memanfaatkan aliran sungai untuk membuang sampah maupun tinja. Sampah dan tinja yang tadinya di buang akan hanyut ke laut menyebabkan laut juga ikut tercemar. Selain itu akan memperburuk kualitas air sungai, menjadikannya sebagai sumber penyebaran penyakit. Untuk itu pembuangan limbah perlu memenuhi syarat kesehatan yang layak dan aman sehingga tidak mencemari lingkungan. Pembuangan tinja yang aman biasanya disalurkan ke dalam septik tank.

D. Kondisi MCK Penduduk di sekitar Estuari Bagan Deli
Masyarakat di sekitar sungai perlu merubah perilaku tentang pemanfaatan sungai, agar sungai tidak lagi dipergunakan sebagai tempat pembuangan sampah dan tempat mandi-cuci-kakus (MCK). Selain itu kebiasaan membuang sampah ke sungai dan di sembarang tempat hendaknya diberantas. Peraturan pembuangan sampah perlu tetapkan di lingkungan masing-masing secara konsekuen yaitu dengan memberlakukan tenda yang tinggi kepada orang yang melanggarnya. Selain itu perlu ditetapkannya baku mutu lingkungan dan menyediakan tempat pembuangan sampah yang aman dan dapat dijangkau oleh masyarakat. Masyarakat yang hidup di daerah kumuh perlu diberikan penyuluhan dan pendidikan mengenai pentingnya kebersihan lingkungan. Semetara itu diperlukan juga upaya penanggulangan yang meliputi penyediaan teknolgi yang membantu dalam pengolaan sampah, termasuk recycle dan reuse, penyediaan tenaga kerja, dan melakukan kerja bakti bersama dalam memperingati hari kebersihan kota setempat.
Kesadaran lingkungan perlu ditimbuhkan kepada semua lapisan masyarakat karena ini merupakan partisipasi masyarakat sebagai pelaku pembangunan dan sekaligus penerima resiko dari dampak pencemaran. Jika masyarakat sadar akan hidup bersih dan sehat maka akan tercipta pantai yang bersih dan memiliki fungsi ekologis. Hidup bersih sangat penting karena merupakan bagian dari jiwa kita. Jika kebersihan di Kota Belawan tepatnya di ekitar Estuari Bagan Deli telah terjamin, maka kota Belawan akan menjadi kota yang sehat, indah dan nyaman untuk ditempati 

BAB 4
Kesimpulan dan Saran

Daftar Pustaka

http://file.upi.edu/Direktori/FPIPS/

http://chachazyzy.blogspot.com/2012/23/ekosistem-estuari.html

http ://idmandang.wordpress.com/2007/01/17/karakteristik-estuari/

http://repository.ipb.ac.id

BAB 1

PENDAHULUAN

Bahan-bahan kimia telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan kita, aktifitas kita dan dalam tindakan pencegahan dan pengendalian penyakit, manfaatnya tidak terhitung tetapi disisi lain bahan kimia juga dapat membahayakan kehidupan kita dan meracuni kehidupan kita.

Sifat jumlah dan kuantitas bahan kimia yang digunakan diberbagai negara sangat bervariasi bergantung pada faktor–faktor seperti kondisi ekonomi negara serta industri dan pertanian. Setiap tahun ribuan bahan kimia diproduksi untuk memastikan apakah manfaatnya melebihi kerusakan yang ditimbulkan yang secara komersial tersedia. Menurut perkiraan ada sekitar 100.000 bahan kimia di pasaran, dan setiap tahun ada sekitar 2000 bahan kimia memasuki pasaran. Oleh Karen itu, bahan kimia yang ada dipasaran akan terus berubah karena bahan dan formula kimia yang baru akan menggantikan yang lama, kuantitas dan penggunaannya pun bervariasi bergantung pada kefektifan bahan tersebut dan tuntutan yang ada.

Banyak bahan kimia yang memiliki efek toksis bagi kesehatan dan lingkungan. Resiko berasal dari paparan produksi, penyimpanan, penanganan, pemindahan, penggunaan dan pembuangan bahan kimia juga dari kebocoran aksidental dan dari pembuangan limbah kimia illegal.

Jika pembuangan bahan kimia ke dalam lingkungn dilakukan dengan cara yang tidak tepat bahan kimia tersebut mungkin akan menjadi polutan dalam udara yang kita hirup, air yang kita minum dan makanan yang kita makan. Polutan itu dapat mempengaruhi sungai danau dan hutan, merusak kehidupan alam, mengubah cuaca dan ekosistem.

Kita semua mungkin terpapar zat kimia toksik. Apakah zat itu dapat membahayakan kita akan bergantung pada  kuantitas, durasi dan frekuensi paparan sekaligus pada sensetivitas individunya. Jumlahnya dapat sedikit sekali tetapi beberapa jenis zat kimia juga dapat terakumulasi dalam tubuh setelah waktu yang lama. Beberapa zat kimia juga dapat menimbulkan bahaya bertahun-tahun setelah paparannya. Walau durasi paparan bisa saja singkat, paparan dapat terjadi berulang kali dan dalam konsentrasi yang besar. Anak-anak, lansia, ibu hamil dan yang lemah akibat penyakit adalah kelompok yang lebih rentan dari pada orang dewasa yang sehat.

Perkembangan industri kimia dinegara berkembangan dan Negara maju menurut prediksi akan terus bertambah di masa yang akan datang. Keamanan bahan kimia yang menyangkut pencegahan dan manajemen bahaya (hazard) kimi, sangat penting jika perkembangan tersebut dapat membawa manfaat dan bukan bencana bagi manusia dan lingkungan.

Pada konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Lingkungan dan Perkembangan (United Nations Conference on Environmental and Delelopment, UNCED) yang diadakan di Rio de Janeiro, Brazil bulan Juni tahun 1992, perwakilan lebih dari 150 negara sepakat untuk menetapkan Agenda 21 negaranya masing-masing suatu rencana tindakan untuk memandu kegiatan nasional dan internasional pada masa mendatang. Satu bab khusus dalam Agenda 21 mambahas tentang “Manajemen logis bahan kimia di Linkungan, termasuk pencegahan terhadap peredaran produk toksik dan berbahaya di tingakt internasional”. Dalam UNCED disebutkan bahwa hanya Negara yang tidak memiliki pengetahuan tentang . dampak bahan kimia pada kesehatan manusia dan lingkungan. Akibatnya, yang memang sering terjadi adalah bahwa bahan kimia diproduksi, di transportasi, digunakan dan dibuang tanpa terlebih dahulu melakukan tindakan pencegahan yang diperlukan untuk menghindari terkontaminasi kimia dan kerusakan yang besar pada kesehatan manusia dan lingkungan.

\

BAB 2

PEMBAHASAN

 

  1. 1.        LINGKUNGAN HIDUP DAN ZAT KIMIA

Lingkungan hidup, sering disebut sebagai lingkungan, adalah istilah yang dapat mencakup segala makhluk hidup dan tak hidup di alam yang ada di Bumi atau bagian dari Bumi, yang berfungsi secara alami tanpa campur tangan manusia yang berlebihan.

Makhluk hidup dan lingkungannya (abiotik) sangat berhubungan erat satu dengan yang lainnya. Semua organisme atau komunitas didalam suatu daerah saling mempengaruhi dengan lingkunga fisiknya, sehingga arus energy mempengaruhi struktur makanan, keanekaragaman dan daur bahan didalam system merupakan system ekologi atau ekosistem. Ekosistem mempunyai dua komponen yaitu komponen autrofik (autrofik = memberi makanan sendiri) dan komponen heterofik (heterofik = makanan yang lain). Komponen yang merupakan bagian ekosistem termasuk diantaranya senyawa anorganik, senyawa organic, iklim, produsen, macro konsumen dan mikro konsumen, saprotof (sapro = membusuk) dan osmotrof (osmo = melaui selaput). Dari segi fungsional ekosistem dapat dianalisis berdasarkan siklus energy, rantai makanan, pola keanekaragaman dalam waktu dan ruang, daur makanan (biogeokimia), perkembangan, evolusi, dan pengendalian dalam (cybernetics).

  1. 2.        LINGKUNGAN HIDUP DAN PERMASALAHANNYA

Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya (UU. No. 23/1997). Lingkungan hidup dalam pengertian ekologi tidaklah mengenal batas wilayah baik wilayah negara maupun wilayah administratif, akan tetap jika lingkungan hidup dikaitkan dengan pengelolaannya maka harus jelas batas wilayah wewenang pengelolaan tersebut. Lingkungan hidup Indonesia sebagai suatu sistem yang terdiri dari lingkungan sosial (sociosystem), lingkungan buatan (technosystem) dan lingkungan alam (ecosystem) dimana ke tiga sub sistem ini saling berinteraksi (saling mempengaruhi). Ketahanan masing-masing subsistem ini akan meningkatkan kondisi seimbang dan ketahanan lingkungan hidup, dimana kondisi ini akan memberikan jaminan suatu yang berkelanjutan yang tentunya akan memberikan peningkatan kualitas hidup setiap makhluk hidup di dalamnya. Masalah lingkungan hidup pada dasarnya timbul karena :

  1. Dinamika penduduk
  2. Pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya yang kurang bijaksana .
  3. Kurang terkendalinya pemanfaatan akan ilmu pengetahuan dan teknologi maju
  4. Dampak negatif yang sering timbul dan klemajuan ekonomi yang seharusnya positif
  5. Benturan tata ruang

Permasalahan utama dari lingkungan hidup adalah pencemaran lingkungan. Pencemaran lingkungan dapat dibagi menjadi beberapa bagian yaitu:

2.1   Pencemaran udara

Pencemaran udara diartikan sebagai adanya bahan-bahan atau zat-zat asing di dalam udara yang menyebabkan perubahan sususan (komposisi) udara dari keadaan normalnya. Pembangunan yang berkembang pesat dewasa ini, khususnya dalam industry dan teknologi, serta meningkatnya jumlah kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar fosil (minyak) menyebabkan udara yang kita hirup disekitar kita menjadi tercemar oleh gas-gas buangan hasil pembakaran

Menurut Wardhana (2004: 31) dari beberapa macam komponen pencemar udara, maka yang paling banyak berpengaruh dalam pencemaran udara adalah komponen-komponen berikut ini:

  1. Karbon monoksida (CO)
  2. Nitrogen Oksida (NOX)
  3. Belerang oksida (SOX)
  4. Hidrokarbon (HC)
  5. Partikel

Sumber pencemar di Indonesia saat ini masih terus diteliti. Akan tetapi kalau dilihat presentasenya komponen pencemar udara dari sumber pencemar transportasi, seperti terlihat pada table berikut :

Komponen Pencemar

Prosentase

CO

70,5 %

NOX

8,89 %

SOX

0,88 %

HC

18,34 %

PARTIKEL

1,33 %

TOTAL

100 %

Menurut Darmono (Tanpa tahun: 13) Penyebab pencemaran udara secara alamiah adalah kebakaran hutan, penyebaran benang sari dari beberapa jenis bunga, erosi tanah oleh angin, gunung meletus, penguapan bahan organik dari beberapa jenis daun (seperti jenis pohon cemara yang mengeluarkan tarpenten), dekomposisi dari beberapa jenis bakteri pengurai ,deburan ombak air laut (sulfat dan garam) dan radio aktifitas secara alimiah (gas radon 222, gas dari defosit uranium, fosfat granet.

Bahan kimia untuk proses pendingin (air conditioner/AC) ialah klorofluorokarbon (CFC) atau yang popular disebut Freon. Sejak selesai perang dunia kedua (1945) penggunaan beberapa jenis CFC dipakai secara luas sehingga CFC diproduk secara besar-besaran di Amerika Serikat. Dengan digunakannya bahan kimia yang sangat menguntungkan tersebut secara besar-basaran maka CFC bocor ke udara sangat mungkin terjadi, misalnya penyemprotan ruangan, kebocoran kulkas dan AC, serta pembakaran busa plastik dengan demikian CFC terbebas ke udara dan bergerak kelapisan stratosfer. Dalam lapisan stratosfer dibawah pengaruh radiasi sinar ultra violet berenergi tinggi, bahan tersebut terurai dan membebaskan atom klor. Klor akan dapat mempercepat pemecahan ozon menjadi gas oksigen. Diperkirakan satu atom klor akan dapat mengurai 100.000 molekul O3. Disamping itu gas dari rumah kaca dan beberapa atom lainnya seperti bahan yang mengandung bromium yang disebut halon juga ikut memperbesar pemecahan ozon tersebut.

2.2     Pencemaran Air

Pencemaran air terdiri atas bermacam-macam jenis dan pengaruhnya terhadap lingkungan serta makhluk hidup juga bermacam-macam. Jenis pencemaran air yang paling banyak di temukan yaitu:

  1. Limbah organik, menyebabkan kurangnya oksigen terlaarut. Penyebab utama berkurangnya kadar oksigen dalam air adalah limbah organik terbuang dalam air. Limbah organic akan mengalami degradasi dan dejomposisi oleh bakteri aerob (menggunakan okesigen dalam air) sehingga lama kelamaan oksigen yang terlarut dalam air akan sangat berkurang.
  2. Pencemar bahan kimia inorganic, bahan kimia inorganic seperti asam garam, dan bahan toksik logam seperti Pb, Cd, Hg dalam kadar yang tinggi dapat menyebabkan tidak enak untuk diminum, menyebabkan matinya kehidupan air, menurunkan produksi tanaman pangan dan merusak peralatan yang dilalui air tersebut karenabersifat korosif
  3. Substansi radioaktif, radioaktif yang terlarut dalam air dapat mengalami amplifikasi biologi (kadarnya berlipat) dalam system rantai pakan. Radiasi tersebut dapat menyebabkan Mutasi DNA pada makhluk hidup yang berakibat pada gangguan reproduksi, kanker dan kerusakan genetic.

Contoh kasus yang pernah terjadi akibat pencemaran air diantaranya kasus wabah keracunan mercuri pernah terjadi di Minamata (Jepang) pada tahun 1953-1960, kasus ini terkenal karena selama tujuh tahun telah menjatuhkan banyak korban yang sebagiannya adalah nelayan. Kurun waktu itu lebih dari 100 orang menderita cacat dan dan 43 lainnya meninggal. Korban lainnya adalah 119 bayi yang lahir cacat. Sumber utama keracunan mercuri adalah limbah pembungan dari pabrik plastic ke air lingkungan (laut). Walaupun kadarnya kecil namun karena proses biological magfication maka kadar mercuri yang terdapat dalam ikan menjadi berlipat kali sekitar 27-102 ppm.

2.3    Pencemaran Darat

Pencemaran tanah adalah keadaan dimana bahan kimia buatan manusia masuk dan mengubah lingkungan tanah alami. Pencemaran ini biasanya terjadi karena: kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial; penggunaan pestisida; masuknya air permukaan tanah tercemar ke dalam lapisan sub-permukaan; kecelakaan kendaraaan pengangkut minyak, zat kimia, atau limbah; air limbah dari tempat penimbunan sampah serta limbah industri yang langsung dibuang ke tanah secara tidak memenuhi syarat (illegal dumping).

Ketika suatu zat berbahaya/beracun telah mencemari permukaan tanah, maka ia dapat menguap, tersapu air hujan dan atau masuk ke dalam tanah. Pencemaran yang masuk ke dalam tanah kemudian terendap sebagai zat kimia beracun di tanah. Zat beracun di tanah tersebut dapat berdampak langsung kepada manusia ketika bersentuhan atau dapat mencemari air tanah dan udara di atasnya. Paparan kronis (terus-menerus) terhadap benzena pada konsentrasi tertentu dapat meningkatkan kemungkinan terkena leukemia.

  1. 3.        PERUBAHAN LINGKUNGAN DAN FAKTOR PENYEBABNYA

            Perubahan lingkungan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan. Perubahan yang terjadi pada lingkungan hidup manusia menyebabkan adanya gangguan terhadap keseimbangan karena sebagian dari komponen lingkungan menjadi berkurang fungsinya. Perubahan lingkungan dapat terjadi karena campur tangan manusia dan dapat pula karena faktor alami. Dampak dari perubahannya belum tentu sama, namun akhirnya manusia juga yang mesti memikul serta mengatasinya.

Perubahan lingkungan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan. Perubahan yang terjadi pada lingkungan hidup manusia menyebabkan adanya gangguan terhadap keseimbangan karena sebagian dari komponen lingkungan menjadi berkurang fungsinya. Perubahan lingkungan dapat terjadi karena campur tangan manusia dan dapat pula karena faktor alami. Dampak dari perubahannya belum tentu sama, namun akhirnya manusia juga yang mesti memikul serta mengatasinya.

3.1         Perubahan Lingkungan karena Campur Tangan Manusia

Perubahan lingkungan karena campur tangan manusia contohnya penebangan hutan, pembangunan pemukiman, dan penerapan intensifikasi pertanian.

Penebangan hutan yang liar mengurangi fungsi hutan sebagai penahan air. Akibatnya, daya dukung hutan menjadi berkurang. Selain itu, penggundulan hutan dapat menyebabkan terjadi banjir dan erosi. Akibat lain adalah munculnya harimau, babi hutan, dan ular di tengah pemukiman manusia karena semakin sempitnya habitat hewan-hewan tersebut.

Pembangungan pemukiman pada daerah-daerah yang subur merupakan salah satu tuntutan kebutuhan akan pangan. Semakin padat populasi manusia, lahan yang semula produktif menjadi tidak atau kurang produktif.

Pembangunan jalan kampung dan desa dengan cara betonisasi mengakibatkan air sulit meresap ke dalam tanah. Sebagai akibatnya, bila hujan lebat memudahkan terjadinya banjir. Selain itu, tumbuhan di sekitamya menjadi kekurangan air sehingga tumbuhan tidak efektif melakukan fotosintesis. Akibat lebih lanjut, kita merasakan pangs akibat tumbuhan tidak secara optimal memanfaatkan CO2, peran tumbuhan sebagai produsen terhambat.

Penerapan intensifikasi pertanian dengan cara panca usaha tani, di satu sisi meningkatkan produksi, sedangkan di sisi lain bersifat merugikan. Misalnya, penggunaan pupuk dan pestisida dapat menyebabkan pencemaran. Contoh lain pemilihan bibit unggul sehingga dalam satu kawasan lahan hanya ditanami satu macam tanaman, disebut pertanian tipe monokultur, dapat mengurangi keanekaragaman sehingga keseimbangan ekosistem sulit untuk diperoleh. Ekosistem dalam keadaan tidak stabil. Dampak yang lain akibat penerapan tipe ini adalah terjadinya ledakan hama.

3.2         Perubahan Lingkungan karena Faktor Alam

Perubahan lingkungan secara alami disebabkan oleh bencana alam. Bencana alam seperti kebakaran hutan di musim kemarau menyebabkan kerusakan dan matinya organisme di hutan tersebut. Selain itu, terjadinya letusan gunung menjadikan kawasan di sekitarnya rusak.

  1. 4.        ZAT KIMIA BERBAHAYA DALAM LINGKUNGAN

Zat kimia dapat ditemukan dimana saja, dan sama seperti tumbuhan dan air, zat kimia terbentuk secara alami dilingkungan. Semua benda tersusun dari zat kimia, termasuk makanan kita, minuman, pakaian, obat tumbuhan, dan bahkan kita sendiri. Walaupun sering berpikir bahwa jika zat kimia terbentuk secara “alami” di lingkungan maka zat itu tidak membahayakan, terkadang justru sebaliknya. Kenyataanya banyak kita alami zat kimia yang sama toksiknya bagi manusia dan lingkungan dengan zat kimia buatan manusia itu sendiriseperti pestisida, obat-obat terapeutik, dan pelarut solven yang dipakai dalam industry.

Zat kimia dapat dijumpai dimana saja, maka sumber zat kimia toksik cukup banyak, misalnya di udara, air, makanan, tempat kerja, dalam obat, pestisida, solven, hidrokarbon alami, dan produk pembakaran, kosmetik,toksik yang berbentuk secara alami misalnya mikotoksik, toksin, mikroba, toksin tumbuhan, toksin binatang.

Manusia juga merasa khawatir dengan polutan lingkungan seperti asbestos, karbon monoksida, asap tembakau atau rokok, timbale, mercury, microwave bidang electromagnet, ozon, hujan asam dan senyawa organic hasil volatile.

4.1   Zat Kimia Alami Berbahaya

Berikut ini adalah contoh-contoh zat kimia alami yang berbahaya, yaitu :

4.1.1    Flor

Flor secara alami terdapat pada air, makanan, udara, dan tubuh manusia. Air minum biasanya menjadi sumber pokok pemaparan terhadap flora lam dan merupakan kasus yang cukup menarik. Penelitian menunjukkan bahwa pemaparan terhadap flor dalam air minum dengan kadar 0,5-1,0 mg/liter bermanfaat bagi kesehatan manusia karena dapat menurunkan pre valensi karies gigi. Akan tetapi, pemaparan yang berlebihan terhadap flor dalam air minum ini juga dapat menyebakan fluorosis gigi. Fluorosis gigi ditandai dengan bercak-bercak buram pada email yang berwarna kuning sampai coklat tua. Paparan jangka panjang terhadap flor dalam air minum dengan kadar yang luar biasa tinggi, lebih dari 10 mg/liter mengakibatkan fluorosis skelet di China, India, dan Afrika Selatan. Kondisi ini sering kali diperumit oleh factor seperti defisiensi kalsium dan mal nutrisi.

4.1.2        Arsenik

Seperti kebanyakan zat kimia lain pemaparan manusia terhadap arsenic terjadi dari sumber alami, sumber industry, dan sumber pertanian. Arsenic tersebar luas dilapisan kerak bumi dan terkandung dalam lebih dari 150 zat mineral. Arsenic juga dapat ditemukan dalam bijih tambang berbagai logam seperti emas, timbale, tembaga, timah, dan zink. Arsenik dilepas ke atmosfir sebagai produk samping dari peleburan bijih tambang non fero.

Air minum merupakan sumber penting pemaparan terhadap arsenic. Konsentrasi arsenic tertinggi biasaya ditemukan dalam air tabha. Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah merekomendasikan nilai ambang sementara kandungan arsenic dalam air minum yaitu 0,01 mg/liter.

Berikut beberapa contoh konsntrasi arsenic yang ditemukan dalam air sumur dan air permukaan.

a)                   Dalam air sumur

v    Taiwan                                    sampai dengan 1,8 mg/liter

v    Hungaria                     >0,1 mg/liter

v    India                            >0,05 mg/liter

v    Meksiko                      >0,4 mg/liter

v    Amerika Serikat          >0,1 mg/liter

b)                  Dalam air permukaan

v    Chile                            0,8 mg/liter

v     Argentina                   >0,3 mg/liter

Banyak laporan yang menyebutkan bahwa paparan kronis terhadap arsenic dalam air minum dapat membahayakan kesehatan. Bahaya yang ditimbulkan meliputi hiperpigmentasi, keratosis atau pertumbuhan lapisan tanduk dan kanker kulit. Angka prevalensi yang tinggi dari kelainan pembuluh darah tepi atau penyakit blackfood ditemukan di Taiwan, yang air minumnya mengandung arsenic berkadar tinggi. Efek terhadap pembuluh darah tepi juga dilaporkan dialami juga oleh penduduk Chile yang terpapar arsenic dalam air minum. Selain itu, dibeberapa bagian dunia (mis. Reichenstein, Silesia, Cordoba, Argentina dan sebagian kecil wilayah Pantai Barat Taiwan ) kadar arsenic yang tinggi dalam air minum telah dikaitkan dengan tingginya kasus kanker kulit. The International Agency for Research on Cancer (IARC) telah memasukkan arsenic dalam kategori karsinogen manusia.

Singkatnya banyak paparan terhadap arsenic  berasal dari keberadaan arsenic alaminya dalam air minum, yang belum tentu menandakan bahwa air minum itu aman dikonsumsi. Efek kesehatan yang berbahaya telah didokumentasikan dengan baik. Unsur lain yang terbentuk secara alamiah dan efek potensialnya terhadap kesehatan manusia disajikan dalam table 1.

No Logam Efek Sumber Pemaparan
1 Kadmium Toksisitas ginjal Paparan okupasional akibat menghirup uap arau gas kadmiun dan kontaminasi
2 Kromium Dermatitis Paparan okupasional memakai perhiasan yangmengandung kromium
3 Timbal Mengganggu produksi hemoglobin, disfungsi ginjal, retardasi mental Paparan okupasional kontak anak dengan tanah atau kotoran, menghirup gas atau bahan bakar yang mengandung timbale

Beberapa kasus yang pernah terjadi yang berhubungan dengna zat kimia yang berbahaya bagi lingkungan misalnya kasus yang terjadi di Kepone, dimana terjadi pembuangan zat beracun bahan pestisida sebanyak kira-kira 53.000 kg ke dalam saluran air di Hopewell, Virginia yang mengakibatkan kontaminasi air sungai. Contoh lain yang disebabkan oleh kurangnya beberapa senyawa kimia berbahaya ke dalam Love Canal sekitar tahun 1940’an, dalam kejadian ini diperkirakan sekitar 20.000 metrik ton zat kimia berupa asam klorida, senyawa fenol terklorinasi, klorobenzen dan logam halida dibuang ke dalm lembah dan selanjutnya lembah ini ditutup dengan tanah untuk dijadikan areal pemukiman. Beberapa perumahan dan sekolah dibangun disekitar lembah disebut. Akan tetapi sekitar tahun 1970’an baru dideteksi pengaruh negatifnya terhadap masyarakat sekitar, dimana pada saat itu senyawa itu tertanam merembes ke permukaan sehingga ditemukan disekitar halaman sekolah dan rumah yang berdekatan dengan lembah. Masyarakat sekitar juga terjangkit beberapa jenis penyakit yng disebabkan oleh zat kimia buangan tersebut. Begitu berbahayanya daerah tersebut sehingga harus dievakuasi penduduk dan pembersihan terhadap bahan pencemar ini, dan diperkirakan pada tahun 1980 dibutuhkan biaya lebih dari $100 juta untuk mengatasi hal tersebut.

4.2     Molekul Kimia Berbahaya

Ada beberapa macam bahan kimia molekul yang sering digunakan yang berdampak buruk bagi lingkungan, yaitu:

4.2.1 Karbon monoksida (CO)

Karbon monoksida atau CO adalah suatu gas yang tak berwarna, tidak berbau dn tidak berasa. Gas CO dapt berbentuk cairan pada suhu dibawah -192O C. Kota besar yang padat lalu lintasnya akan banyak menghasilkan gas CO sehingga kadar CO dalam udara relative tinggi dibandingkan daerah pedesaan. Secara umum terbentuknya gas CO adalah melaui proses sebagai berikut :

  1. Pembakaran bahan bakar fosil dengan ukuran udara reaksinya tidak stoikiometris adalah harga ER > 1
  2. Pada suhu tinggi terjadi reaksi antara karbon dioksida (CO2) dengan karbon C menghasilkan gas CO
  3. Pada suhu tinggi, CO2 dapat terurai kembali menjadi CO dan oksigen

Hemoglobin dalam tubuh lebih mudah mengikat CO dari pada oksigen sehingga orang yang terlalu banyak menghirup CO dapat mengalami gangguan pada pencernaannya bahkan bisa menyebabkan kematian.

4.2.2 Nitrogen oksida (NOx)

Nitrogen oksida sering disebut dengan NOx karena oksida nitrogen mempunyai 2 macam bentuk yang  sifatnya berbeda, yaitu gas NO2 dan gas NO. sifat gas NO2 adalah berwarna dan berbau, sedangkan gas NO tidak berwarna dan tidak berbau. Warna gas NO2 adalah merah kecoklatan dan berbau tajam menyengat hidung

Pencemaran gas NOx di udara terutama berasal dari gas buangan hasil pembakaran yang keluar dari generator pembangkit listrik stasioner.

4.2.3 Belerang oksida (SOx)

Pencemaran SOx di udara terutama berasal dari pemakaian batubara yang digunakan pada kegiatan industry, transportasi dan lain sebagainya. Pemakaian batubara sebagai bahan bakar pada beberapa kegiatan indutri seperti terjadi dibeberpa Negara Eropa Barat dan Amerika, menyebabkan kadar gas SOx di udara meningkat.

SO2 + H2O            H2SO4 (asam sulfit)

Seperti tampak pada reaksi diatas, reaksi antara gas SOx dengan uap air yang terdapat diudara akan membentuk asam sulfit maupun asama sulfat. Apabila asam sulfit turun kebumi bersam air hujan, terjadilah apa yang dikenal sebagai Acid Rain atau hujan asam.

4.2.4   Hidrokarbon (HC)

Keberadaan HC sebagai bahan pencemar di uadar dapat berupa gas apabila HC termasuk suku rendah, atau berupa cairan apabila HC termasuk suku sedanng, atau berupa padatan apabila termasuk suku tinggi. Apabila HC berupa gas maka bercampur bersama gas-gas buangan lainnya. Kalau berupa cairan, HC tersebut akan membentuk semacam kabut minyak (droplet) yang sangat mengganggu. Kalau HC yang keluar berupa padatan, maka HC padat tersebut akanmembentuk asam pekat dan akhirnya menggumpal menjadi debu. Dalam hal ini HC termasuk pencemar berbentuk partikel.

4.2.5        Masalah Pemakaian Insktisida

Pada umumnya insektisida pembunuh serangga disemprotkan ke udara. Penyemprotan insektisida pada lahan pertanian dapat mencakup daerah yang luas sehingga perlu penyemprotan tersebut dilakukan dengan menggunakan pesawat terbang. Penyemprotan insektisida ke udara seperti tersebut diatas, mungkin tanpa disadari, sebenarnya merupakan penyebab pencemaran udara.

4.2.6   Bahan Kimia Pembersih

Dalam kehidupan sehari-hari, kita mengenal berbagai bahan kimia pembersih, di antaranya seperti sabun dan deterjen. Sabun dan deterjen dapat menjadikan lemak dan minyak yang tadinya tidak dapat bercampur dengan air menjadi mudah bercampur. Sabun dan deterjen dalam air dapat melepaskan sejenis ion yang dapat bersatu dengan air (hidrofilik) sehingga sabun dan detergen dapat larut dalam air dan bagian yang tidak dapat bersatu dengan air (hidrofobik) akan terlarut dalam minyak atau lemak. Berikut ini adalah macam-macam bahan kimia pembersih sebagai berikut.

  1. a.        Sabun

Sabun adalah garam basa yang dapat diperoleh dari berbagai asam lemak. Sabun itu fungsinya untuk membersihkan kotoran pada pakaian dan kulit yang sulit dibersihkan dengan menggunakan air. Reaksi penyabunan disebut dengan yang namanya saponifikasi. Sabun yang terbuat dari natrium hidroksida disebut dengan sabun keras, sedangkan sabun yang terbuat dari kalium hidroksida disebut dengan sabun lunak. Pada pembuatan sabun secara modern, selain menggunakan salah satu dari basa NaOH atau KOH, ditambahkan pula bahan lain, seperti krim, parfum, vitamin, pewarna, dan antiseptik. Krim berfungsi untuk menghaluskan kulit, sedangkan parfum memberi aroma wangi pada sabun, vitamin berfungsi untuk meremajakan kulit, pewarna untuk menambah daya tarik, dan antiseptik beruna untuk membunuh kuman.

  1. b.             Deterjen

Bahan dasar pembuatan deterjen adalah Alkyl Benzene Sulfonat (ABS). Daya cuci deterjen itu tenyata jauh lebih kuat dibandingkan dengan sabun. Bahkan, deterjen itui dapat bekerja pada air sadah lho…. Kelemahan deterjen dibandingkan sabun adalah deterjen sukar sekali diuraikan oleh mkroorganisme sehingga dapat mencemari lingkungan di sekitarnya.
c.      Pasta gigi

Pasta gigi merupakan pembersih yang fungsinya untuk membersihkan gigi dari segala jenis kotoran. Pasta gigi itu dibuat dari kalsium karbonat yang dihaluskan dan dicampurkan dengan gliserin. Sering kali pasta gigi itu ditambahkan zat pewarna, rasa manis, pemberi napas segar, fluoride, dan kalsium.
d.      Sampo

Sampo itu terbuat dari basa natrium hidroksida (NaOH). Sampo juga sering  sekali ditambahkan zat lain, seperti Vitamin E, kondisioner, ekstrak ginseng, urang-aring, seledri, dan zat yang fungsinya untuk mencegah dan mengobati ketombe.

  1. Bahan pemutih

Pemutih biasanya digunakan untuk menghilangkan kotoran atau noda berwarna yang sulit sekali dihilangkan pada pakaian/bahan tekstil. Larutan pemutih yang dijual biasanya itu mengandung bahan aktif natrium hipoklorit (NaOCI) sekitar 5%.

  1. Bahan pembasmi serangga

Insektisida ada tiga macam, yaitu:

  1. Racun pencernaan, racun pencernaan adalah bahan kimia yang jika termakan oleh serangga akan merusak saluran pencernaan sehingga serangga akan mati.

Misalnya:
•   DDT           = dikloro difenil trikloretan
•   BHC           = benzena heksa klorida

  1. Racun luar tubuh,
    Racun luar tubuh adalah bahan kimia yang akan membunuh serangga jika terjadi kontak langsung antara bahan kimia dan serangga. Misalnya seperti:
    •    DDT
    •    Dieldrin
    •    BHC
    •    Aldrin
  2. Racun pernapasan
    Racun pernapasan adalah bahan kimia yang jika terhirup atau dihirup oleh serangga akan merusak saluran pernapasannya sehingga menyebabkan serangga itu mati. Misalnya seperti:
    •    BHC
    •    Asam sianida
    •    Karbon disulfida
  1. Pupuk
    Pupuk buatan yang umum digunakan adalah pupuk nitrogen, pupuk fosfor, dan pupuk natrium. Pemberian pupuk secara beriebihan dapat menimbulkan pencemaran tanah.

Pencegahan Efek Samping Bahan Kimia

Gunakan pupuk secukupnya.

Gunakan cat yang aman, tidak mengandung merkuri atau timbal yang berbahaya bagi lingkungan.

  1. Jangan membakar sampah yang mengandung kemasan bahan kimia berbentuk aerosol cair.
  2. Gunakan sarung tangan ketika menggunakan pembersih kamar mandi.
    Pilihlah sabun, sampo, dan pembersih tubuh yang memilki pH seimbang.
  3. Jangan mencampur bahan kimia pemutih dengan bahan kimia lain tanpa petunjuk penggunaan yang   jelas.
  4. Gunakan bahan kimia secukupnya saja.
  5. Selalu   membaca   label  peringatan  serta petunjuk  penggunaan   pada   label kemasan

Sekarang ini banyak kasus keracunan pada anak setelah mengonsumsi jajanan atau minuman yang dijual di warung-warung. Oleh karena itu, hati-hati dengan jajanan atau snack yang ada di sekolah anak Anda, sebaiknya selalu bekali anak Anda dengan makanan sehat saat berangkat ke sekolah. Karena sebagian besar jajanan yang ada di sekolah mengandung bahan-baha berbahaya yang bisa mengganggu kesehatan. Berdasarkan data pemantauan BPOM bersama Kementerian Pendidikan Nasional dan IPB hanya 0,9 persen kantin sekolah sehat dari total 178.240 sekolah. Dan itu berarti sisanya merupakan jajanan yang tidak sehat dan berbahaya. Anak-anak biasanya akan suka pada jajanan yang berwarna, terutama yang berwarna cerah, sayangnya banyak produsen yang tidak peduli dengan kesehatan orang lain. Dan banyak dari mereka yang tidak menggunakan pewarna makanan, tetapi menggunakan pewarna pakaian. Tidak hanya pewarna makanan,biasanya pada jajanan anak sekolah dalam proses pengolahannya juga ditambahkan zat pemanis, pengawet dan penyedap rasa. Berikut ini adalah zat-zat kimia berbahaya yang sering ditemukan di jajanan anak sekolah :

  • Siklamat (pemanis buatan)
  • Sakarin (pemanis buatan)
  • Nitrosamin (aroma khas pada sosis, keju, kornet, ham dan dendeng)
  • MSG (penyedap rasa)
  • Rhodamin B (pewarna tekstil dan kertas)
  • Metanil Yellow (pewarna tekstil dan cat)
  • Formalin (pengawet non makanan dan disinfektan)
  • Boraks (pengawet non makanan dan pestisida)
  • Natamysin (pengawet)
  • Kalium asetat (pengawet)
  • Butil Hidroksi Anisol (BHA)

Zat-zat kimia tersebut dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada tubuh, mulai dari mual, muntah, diare, hingga kerusakan pada system pencernaan, hati, jantung, otak, limpa, system saraf pusat dan bahkan bisa memicu kanker. Oleh karena itu sebaiknya bekali makanan pada anak Anda ketika berangkat sekolah. Agar anak-anak tidak bosan, bekali mereka dengan menu yang berbeda-beda dan menarik, namun tetap terjaga kandungan gizinya dan tidak mengandung zat berbahaya,

BAB 3

KESIMPULAN

 

Bahan kimia yang ada di lingkungan dapat berasal dari alam maupun buatan manusia. Semua zat baik yang alami maupun buatan manusia berpotensi menyebabkan efek yang merugikan bagi manusia. Bahan kimia alami juga sama toksiknya dengan bahan kimia buatan manusia. Pembuangan zat secara aksidental dan berkepanjangan, harus ditangani dengan baik oleh manusia.

Beberapa hal yang terdapat disimpulkan dari pembahasan terdahulu dan penting untuk di ingat adalah sebagai berikut :

  1. Zat kimia dapat ditemukan dimana saja, dan sama seperti tumbuhan dan air, zat kimia terbentuk secara alami dilingkungan. Semua benda tersusun dari zat kimia, termasuk makanan kita, minuman, pakaian, obat tumbuhan, dan bahkan kita sendiri.
  2. Perubahan lingkungan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan. Perubahan yang terjadi pada lingkungan hidup manusia menyebabkan adanya gangguan terhadap keseimbangan karena sebagian dari komponen lingkungan menjadi berkurang fungsinya.
  3. Permasalahan utama dari lingkungan hidup adalah pencemaran lingkungan.
  1. Zat kimia dapat dijumpai dimana saja, maka sumber zat kimia toksik cukup banyak, misalnya di udara, air, makanan, tempat kerja, dalam obat, pestisida, solven, hidrokarbon alami, dan produk pembakaran, kosmetik, toksik yang berbentuk secara alami misalnya mikotoksik, toksin, mikroba, toksin tumbuhan, toksin binatang.

Daftar  Pustaka

Darmono. Tanpa Tahun. Lingkungan Hidup dan Pencemaran. Yogyakarta: Andi Ofset

Wardana, Wisnu Arya. 2004. Dampak Pencemaran Lingkungan. Yogyakarta: Andi Ofset

Situmorang, Manihar. 2010. Kimia Lingkungan. Medan: FMIPA UNIMED

http://made044.wordpress.com

https://picasaweb.google.com

Welcome to WordPress.com! This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

Happy blogging!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.